Siti Fatimah Terpisah Putrinya saat KMP Mutiara Terbakar, Keluarga di Makassar Mananti Kabar
Ari Maryadi August 03, 2026 08:07 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana sedih dan gelisah dirasakan keluarga Siti Fatimah (57), di Jl Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026).

Siti Fatimah adalah satu dari ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 02 yang terbakar di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Di rumah panggung pesisir Laut Tallo Utara Kota Makassar ini, sanak keluarga Siti Fatimah berkumpul menanti kabar.

Mereka panik, gelisah belum mendapatkan kabar pasti kebenaran Siti Fatimah dalam insiden kebakaran kapal itu.

Irwan (45) adik dari Siti Fatimah, memastikan sang kakak berada di atas kapal KMP Mutiara Sentosa 02 saat kebakaran terjadi.

Pasalnya, Siti Fatimah tidak sendiri saat perjalanan pulang dari Surabaya ke Kota Makassar.

Ia ditemani anaknya Nurul Izza (24) yang saat ini telah memberi kabar setelah berhasil dievakuasi dalam peristiwa itu.

Sementara, Siti Fatimah sendiri terpisah dari sang putri, Nurul Izza saat peristiwa itu terjadi.

Kehadiran Siti Fatimah di Surabaya, untuk menjemput putrinya Nurul Izza yang baru pulang magang dari Taiwan.

"Dia berangkat ke Jakarta jemput anaknya yang dari Taiwan, lalu ke Surabaya naik kapal," kata Irwan saat ditemui Tribun Timur.

"Anaknya itu kuliah dan ke Taiwan magang. Jadi dia balik setelah satu tahun lalu dia Taiwan," lanjutnya.

Sebelum KMP Mutiara Sentosa 02 terbakar lanjut Irwan, ia sempat telponan dengan kakak tertuanya itu dari enam bersaudara.

"Sitti Fatimah masih telponan. Karena sebelumnya terjadi kebakaran di dekat rumah ini. Jadi ia buru-buru mau pulang ke Makassar. Sehingga pesan kapal," ujarnya.

Irwan mengaku belum mendapat kabar pasti keberadaan dan kondisi Siti Fatimah.

Adiknya, Andika Putra, baru saja ke RS Bhayangkara Makassar untuk melakukan pemeriksaan sidik jari.

"Belum ada. Baru dari pihak RS Bhayangkara yang koordinasi Rumah Sakit Surabaya kami diminta sidik jari. Sidik jari dibawa ke Surabaya," tuturnya.

Siti Fatimah berangkat dari Makassar menuju Jakarta, pada 27 Juli 2026.

Setelah menjemput putrinya Nurul Izzah, keduanya berangkat ke Bandung.

Dari Bandung lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Sebelum kehilangan kabar Siti Fatimah, Irwan mengaku sempat melihat kakaknya itu terekam video amatir yang beredar di sosial media.

Dalam rekaman itu, tampak kepanikan menyelimuti penumpang kapal.

Siti Fatimah dalam rekaman bersama putrinya berdiri di atas dek kapal mengenakan pelampung.

"Waktu melihat video beredar di atas kapal, kami meliat persis dia ketika menoleh. Dia terlihat jelas dengan keponakan saya yang sama di kapal. Kemenakan (Nurul Izza) juga sudah menelpon. Dia terpisah di kapal," ungkapnya.

Pengakuan Nurul Izza kata Irwan, ia melompat ke laut setelah didorong ibunya.

Setelah itu, Nurul Izza tak tahu lagi keberadaan ibunya Siti Fatimah.

"Waktu kapal terbakar dia (Nurul Izza)didorong mamanya turun ke laut. Dan ibunya (Siti Fatimah) masih di kapal karena takut sama air. Jadi anaknya di dorong," tuturnya.

Sementara itu, Lurah Tallo Yusran Kahar, yang dihampiri setelah mengunjungi rumah Siti Fatimah mengaku, masih menunggu update terbaru dari otoritas berwenang terkait kondisi warganya, Siti Fatimah.

"Kami masih menunggu informasi dan klarifikasi dari pemerintah terkait," kata Yusran Kahar.

Ia mengaku akan terus membangun komunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh informasi valid atas kondisi warganya yang diduga menjadi korban dalam peristiwa itu.

"Sekarang masih proses identifikasi, kita masih menunggu informasi resmi dari yang berwenang," tuturnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.