TOBOALI, BABEL NEWS - Harga pernak-pernik dan bendera merah putih di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kenaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyesuaian harga dipicu meningkatnya biaya bahan baku kain dan ongkos pengiriman dari daerah asal produksi di Jawa Barat.
Pedagang pernak-pernik kemerdekaan, Bagus (25), mengatakan kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis bendera yang dijual tahun ini. Setiap lembar bendera mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sebagian pembeli mulai mempertimbangkan kembali jumlah barang yang akan dibeli.
"Memang ada pembeli yang mengeluhkan harga sekarang lebih mahal dibandingkan tahun lalu," kata Bagus, Senin (3/8).
Bagus mencontohkan bendera merah putih ukuran 120 sentimeter yang sebelumnya dijual Rp30.000 per lembar kini menjadi Rp35.000. Sementara itu, harga bendera merah putih secara umum dipasarkan mulai Rp35.000 hingga Rp90.000 per potong sesuai ukuran dan kualitas bahan. Adapun umbul-umbul dijual dengan harga berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per lembar.
Menurutnya, kenaikan harga tidak lepas dari meningkatnya harga kain sebagai bahan baku utama pembuatan bendera. Selain itu, biaya pengiriman barang dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, menuju Kepulauan Bangka Belitung juga mengalami kenaikan sehingga turut mempengaruhi harga jual kepada konsumen. Seluruh barang dagangannya didatangkan melalui jasa ekspedisi sebelum dijual di Toboali.
""Kenaikannya sekitar Rp5.000 untuk semua jenis bendera yang kami jual. Harga kain naik, ditambah ongkos kirim juga meningkat sehingga kami harus menyesuaikan harga jual," sebut Bagus.
Selain bendera dan umbul-umbul, Bagus juga menjual berbagai pernak-pernik Agustusan lainnya. Produk yang ditawarkan dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp400.000 tergantung ukuran, jenis, dan bahan yang digunakan. Meski harga mengalami penyesuaian, ia tetap menyediakan berbagai pilihan agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat. "Saat ini penjualannya memang masih sepi, baru puluhan bendera yang terjual," ungkapnya.
Meski menghadapi kenaikan harga dan penjualan yang belum menggeliat, Bagus tetap optimistis permintaan akan meningkat menjelang puncak peringatan Hari Kemerdekaan. "Biasanya penjualan mulai ramai dari tanggal 1 sampai 17 Agustus, jadi kami tetap optimistis dan bersyukur masih bisa mencari rezeki di Bangka Belitung," pungkas Bagus. (u1)