Bupati Dony Minta Dinas Sosial Sumedang Layani Masyarakat dengan Hati dan Empati
Siti Fatimah August 03, 2026 09:48 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta jajaran Dinas Sosial beserta para mitra sosial memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan hati, empati, dan inovasi.

Pesan tersebut disampaikan Dony saat memimpin Apel Pagi Gabungan Pegawai dan Mitra Dinas Sosial Kabupaten Sumedang yang dirangkaikan dengan Gelar Kreativitas Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Dinas Sosial Sumedang, Senin (3/8/2026).

Menurut Dony, Dinas Sosial merupakan wajah kepedulian pemerintah sehingga setiap pelayanan kepada masyarakat harus mampu menghadirkan harapan, terutama bagi warga yang mengalami musibah, kemiskinan, maupun persoalan sosial lainnya.

"Dinas Sosial adalah wajah kepedulian pemerintah. Ketika masyarakat mengalami musibah, kemiskinan, atau persoalan sosial lainnya, kehadiran Dinas Sosial bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi harus membawa harapan," ujarnya.

Dony mengatakan, keberhasilan pelayanan sosial tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh mitra sosial.

"Kunci keberhasilan pelayanan sosial adalah kolaborasi. Tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal dan berdampak," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dony menyampaikan tiga pesan kepada jajaran Dinas Sosial dan para mitra, yakni bekerja dengan hati, melayani dengan empati, serta terus berinovasi agar pelayanan sosial semakin cepat, tepat sasaran, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong para pendamping sosial untuk terus membina masyarakat agar semakin mandiri.

Menurutnya, keberhasilan pendamping sosial bukan diukur dari banyaknya penerima bantuan, melainkan dari semakin banyak warga yang mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

"Keberhasilan pendamping bukan diukur dari banyaknya penerima bantuan, tetapi ketika masyarakat mampu bangkit, mandiri, dan beralih dari tangan yang menerima menjadi tangan yang memberi," ucapnya.

Apel gabungan tersebut diikuti jajaran Dinas Sosial bersama para mitra, di antaranya pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskessos), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), tokoh masyarakat, serta unsur kewilayahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.