BANGKAPOS.COM, BANGKA - DPRD Kabupaten Bangka Tengah mendorong pengembangan kawasan Kota Koba sebagai ibu kota kabupaten sekaligus jalur transit antarwilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Batianus, menyampaikan, sebagai bagian dari strategi pengembangan tersebut dapat dilakukan penguatan sektor pendidikan melalui hadirnya fasilitas perguruan tinggi.
Terlebih lagi, menurutnya, Kota Koba juga memiliki deretan potensi sektor pariwisata yang dapat lebih dioptimalkan di masa depan.
Hal itu disampaikan Batianus usai memimpin agenda Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT Ke-172 Kota Koba Tahun 2026 yang berlangsung pada Senin (3/8/2026).
"Membangun pariwisata, membangun budaya yang baik, termasuk di dalamnya pendidikan, itu yang didorong lebih prioritas. Maka harus ada perguruan tinggi yang akan dibangun di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah," ujar Batianus.
Dikatakan Batianus, sebagai langkah awal pemerintah daerah harus berkomitmen untuk menata Kota Koba agar tampil lebih asri dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang.
Ia berpendapat langkah ini harus diambil untuk memperkuat citra Kota Koba sebagai kawasan yang nyaman sekaligus memiliki daya tarik visual dan lingkungan yang menyegarkan.
Meski begitu, dirinya juga mengingatkan agar pembangunan dapat dilakukan secara merata ke setiap wilayah di Negeri Selawang Segantang.
"Tentu sebetulnya setiap kecamatan semuanya harus merata ya pembangunannya, tergantung prioritasnya yang mana. Tetapi, melihat Koba ini adalah posisi ibu kota kabupaten dan daerah transit ke beberapa wilayah, tentu kami agak diperhatikan," sebutnya.
Sebagai informasi, HUT Kota Koba diperingati setiap tanggal 1 Agustus.
Momen peringatan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Tengah Nomor 5 Tahun 2007 tentang Penetapan Hari Jadi Koba, yang merupakan persetujuan antara Pemerintah Daerah dan DPRD. Dalam Pasal 3 ayat (1) diatur bahwa tanggal 1 Agustus 1854 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Koba.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)