TRIBUNKALTARA.COM - Sejumlah wilayah di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terendam banjir, usai hujan deras yang terjadi sejak dini hari, Senin (3/8/2026).
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, menyebut banjir kali ini bukan hanya karena curah hujan tinggi di wilayah tersebut.
Menurutnya ada faktor lain yang turut mempengaruhi genangan air meluap ke permukiman.
"Curah hujan tinggi terjadi di semua desa. Sementara untuk Aji Kuning, ada pengaruh air pasang laut," ungkapnya.
Genangan air bahkan masuk ke kawasan sekolah hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Banjir dilaporkan terjadi di empat desa, yakni Desa Bukit Harapan, Sungai Limau, Aji Kuning, dan Desa Maspul.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi genangan air yang merendam fasilitas pendidikan, termasuk SDN 003 Sebatik Tengah dan SMP Negeri 1 Sebatik Tengah.
Saat pengecekan, air di SMP Negeri 1 Sebatik Tengah sempat naik hingga setinggi betis orang dewasa.
Kawasan RTP Aji Kuning yang sebelumnya tergenang mulai berangsur surut. Selain itu, arus deras dari perkebunan sawit membawa pelepah yang menyumbat jembatan dan saluran air.
Meski sempat membuat warga khawatir, pemerintah memastikan kondisi masih terkendali.
Sekitar pukul 08.00 Wita, air laut mulai surut sehingga genangan lebih cepat mengalir ke laut.
"Sejauh ini belum ada kendala besar. Masih bisa ditangani bersama pemerintah desa, TNI, dan Polri," kata Aris Nur.
Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah mulai memetakan sejumlah titik rawan banjir, terutama lokasi yang menjadi penyebab penyumbatan aliran sungai dan drainase. Titik rawan tersebut meliputi:
- Sekitar sekolah yang tergenang air.
- Jembatan dan saluran air yang tersumbat pelepah sawit.
- RTP Aji Kuning yang terdampak pasang laut.
BPBD menyiagakan pompa air untuk membantu warga mengatasi genangan. Pemerintah desa diminta meningkatkan imbauan kepada masyarakat, khususnya pekerja kebun sawit dan pisang, agar memotong pelepah sawit dan batang pisang menjadi beberapa bagian agar tidak menyumbat saluran air.
Warga juga diimbau meninggikan posisi barang elektronik serta memantau kondisi sungai di sekitar rumah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah menegaskan langkah antisipasi ini penting untuk mencegah banjir susulan dan menjaga keselamatan warga.
(*)