TRIBUNNEWS.COM - Ada beberapa hal yang disepakati dari agenda Kongres Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Mulai dari diundurnya agenda pemilihan Ketua Umum PSSI baru, Liga 1 Putri hingga transparansi keuangan yang dibukukan PSSI.
Perlu diketahui, agenda Kongres Biasa PSSI memang menjadi agenda rutin tahunan federasi ini.
Setiap tahun, PSSI setidaknya menggelar Kongres Biasa sebanyak satu kali dengan fokus utama laporan kegiatan, program kerja, hingga pengesahan beberapa hal.
Agenda kongres ini biasanya diikuti oleh semua pihak yang punya kepentingan dan suara di PSSI.
Sebut saja 38 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Super League, 20 klub divisi Championship, 24 klub Liga Nusantara dan lima asosiasi anggota PSSI lainnya.
Berikut ini rangkuman poin hasil Kongres Biasa PSSI yang dirangkum Tribunnews dari akun @pengamatsepakbola.
Pertama, soal diundurnya agenda pemilihan Ketua Umum PSSI yang baru pada periode berikutnya.
Jika merujuk timeline awal, kongres luar biasa yang salah satu agendanya memilih ketua umum PSSI seharusnya digelar pada tanggal Februari 2027.
Hanya saja, agenda tersebut bakal mundur karena mempertimbangkan agenda pemilihan kepungurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di seluruh Indonesia.
Adapun timeline pengundurannya ialah lima bulan dari jadwal semula alias pada Juli 2027.
Kedua, menyoal perubahan nama hingga domisili beberapa klub di kompetisi sepak bola tanah air.
Menurut kabar yang beredar, ada 10 klub yang berasal dari berbagai kasta sepak bola Indonesia yang mengajukan pergantian nama dan domisili.
Dua diantara ialah Malut United yang berganti nama jadi Jateng United, serta Adhyaksa FC berubah nama menjadi Isen Mulang FC.
Ketiga, salah satu isu tak kalah penting yang dibahas sekaligus disepakati soal bergulirnya Liga Putri.
Setelah beberapa tahun mengalami vakum, kompetisi Liga Putri direncanakan akan mulai digelar pada Oktober 2026.
Setidaknya ada enam klub yang akan meramaikan kompetisi Liga Putri pada musim depan.
Belum diumumkan secara pasti terkait enam klub mana yang akan bertarung memperebutkan gelar Liga 1 Putri musim baru.
Liga 1 Putri sendiri terakhir kali diadakan tahun 2019.
Persib Putri keluar sebagai juara utama pada edisi perdana, sebelum akhirnya vakum setelahnya hingga saat ini.
Keempat, salah satu bahasan tak kalah menarik ialah soal pendapatan yang didapatkan PSSI.
PSSI setidaknya mendapatkan uang sekitar Rp.722 Milliar, dengan sekitar Rp.63 Milliar berasal dari APBN.
Sisanya, uang yang didapatkan PSSI berasal dari sponsorship, hak siar, penjualan tiket dan berbagai macam merchandise terutama Timnas Indonesia.
Itulah beberapa poin penting yang dihasilkan oleh Kongres Biasa PSSI yang digelar hari ini, bertepatan dengan agenda laga Timnas Indonesia kontra Vietnam di matchday ketiga Piala AFF 2026.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)