‘Saya terkesan’ - Jordan Henderson jelaskan alasan bergabung dengan Chelsea setelah berpisah dari Brentford
Hendra Wijaya August 04, 2026 01:25 AM

Jordan Henderson resmi menuntaskan kepindahan mengejutkan ke Chelsea setelah hengkang dari Brentford. Gelandang veteran itu, yang sepakat mengakhiri kontraknya dengan The Bees secara bersama-sama, datang ke Stamford Bridge untuk menghadirkan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan serta pengalaman Liga Primer ke dalam skuad yang dalam beberapa bursa transfer terakhir lebih banyak mengandalkan pemain muda.

Peluang besar di Stamford Bridge

Gelandang berusia 36 tahun itu telah menandatangani kontrak yang akan membuatnya bertahan di London Barat hingga musim panas 2028. Henderson datang dengan status bebas transfer setelah Brentford setuju mempersingkat kontraknya yang berdurasi dua tahun di tengah jalan, sehingga mantan kapten Liverpool tersebut bisa mencari tantangan baru.

Berbicara kepada saluran media resmi klub setelah pengumuman tersebut, Henderson mengungkapkan antusiasmenya bergabung dengan The Blues. “Melihat besarnya klub ini, manajernya, yang sangat saya kagumi, dan kualitas para pemainnya, ini adalah peluang besar yang tidak bisa saya tolak,” jelasnya. Sang gelandang juga mengatakan bahwa ia “terkesan” dengan sikap kepemilikan Chelsea.

Kepemimpinan dan pengalaman untuk The Blues

Keputusan Chelsea merekrut Henderson menyusul kepergian Andrey Santos, yang dijual ke Manchester United pada awal musim panas ini dalam kesepakatan bernilai hingga £50m. Dengan adanya lubang di lini tengah dan skuad muda yang membutuhkan arahan, jajaran petinggi klub memandang Henderson sebagai figur ideal untuk mendorong standar tim.

Pemain internasional Inggris itu bukan sosok asing di lingkungan bertekanan tinggi, setelah memenangi delapan gelar utama sepanjang kariernya. Mantan manajernya di Brentford, Keith Andrews, sebelumnya menggambarkannya sebagai “salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam era modern Liga Primer.”

Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel, yang memilih Henderson untuk skuad Piala Dunia 2026, memujinya sebagai “serial winner”, seraya menyoroti bahwa ia membawa “kepemimpinan, karakter, kepribadian, energi” ke ruang ganti mana pun yang ia masuki.

Perjalanan panjang kembali ke puncak

Kepindahan Henderson ke Chelsea menjadi bab luar biasa lainnya dalam karier yang dimulai dengan debut profesionalnya di Stamford Bridge bersama Sunderland pada 2008. Setelah menjadi legenda di Anfield, ia sempat bermain di Liga Pro Saudi bersama Al-Ittifaq dan menjalani periode singkat di Ajax sebelum kembali ke Liga Primer bersama Brentford pada 2025.

Meski usianya tak lagi muda, sang gelandang tetap menjadi langganan di tim nasional, setelah baru-baru ini mencapai 90 caps bersama Inggris. Musim panasnya sempat terganggu oleh cedera tak biasa di Piala Dunia, ketika ia patah lengan setelah terjatuh melewati papan iklan di Estadio Azteca, tetapi kini ia telah pulih.

Komitmen terhadap proyek Chelsea

Gelandang veteran itu memahami betul perannya di klub, dengan menegaskan keinginannya membantu perkembangan para pemain muda. “Bagi saya, ini soal memberikan segalanya yang saya miliki setiap hari, di dalam dan di luar lapangan, untuk membantu para pemain di sekitar saya dan tim semaksimal mungkin,” ujar Henderson saat diperkenalkan.

Sementara Brentford sudah bergerak mencari pengganti dengan menuntaskan perekrutan pemecah rekor klub atas Mamadou Sangare dari Lens, Chelsea fokus untuk segera mengintegrasikan Henderson. Ia menjadi rekrutan kedelapan dalam bursa transfer musim panas yang sibuk, ketika The Blues berupaya memadukan para pemain muda berpotensi tinggi dengan para pemenang yang telah terbukti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.