Klarifikasi SMK Muhammadiyah Kuningan terkait Keterlibatan Pelajar dalam Bentrokan
taufik ismail August 03, 2026 09:11 PM

 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah pelajar SMK Muhammadiyah terlibat dalam bentrok dengan SMK Karya Nasional Kuningan beberapa waktu lalu.

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Kuningan, Iwan Setiawan mengklaim bahwa kejadian itu sangat memprihatinkan.

"Sebenarnya untuk keterlibatan pelajar SMK Muhammadiyah itu justru terbilang sebagai korban dalam bentrok tersebut," ucap Iwan saat berbincang dengan Tribun di SMK Muhammadiyah di Jalan Ahmad Yani, Kuningan, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

Iwan menyebut pelajar SMK Muhammadiyah yang terlibat ada sebanyak 10 peserta didik. 

"Kini mereka (pelajar) ikut belajar seperti biasanya, dan sebelumnya mendapat pembinaan khusus dari sekolah dan petugas kepolisian," katanya.

Adanya tindakan drop out pelajar terlibat oleh manajemen SMK Karya Nasional Kuningan, Iwan mengklaim pada dasarnya aturan tidak jauh berbeda.

"Ya, untuk kedisiplinan pelajar tentu ada tata tertib. Kami juga akan sama bertindak tegas kepada pelajar yang terduga melakukan pelanggaran," katanya.

Terlepas dengan kejadian tersebut, SMK Muhammadiyah memiliki ratusan peserta didik.

"Untuk jumlah pelajar ada sekitar 300 peserta didik, kemudian untuk kejuruan itu ada TKR (teknik kendaraan ringan), teknik sepeda motor (TSM), terus ada jurusan perangkat lunak dan jaringan komputer, serta Farmasi," kata.

Ia menambahkan untuk kegiatan ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah sangat padat.

"Prioritas pelajar harus mengikuti tiga kegiatan ekstrakurikuler, seperti ikatan pelajar Muhammadiyah, seni beladiri paguron tapak suci dan Hisbul Waton atau Pramuka," ucapnya.

20 Pelajar Dikeluarkan

Sejumlah  pelajar SMK yang terlibat tawuran hingga videonya viral dikembalikan ke orang tua masing-masing .

Hal itu menyusul dengan kebijakan sekolah di mana ada perjanjian saat masa pendaftaran. 

"Diketahui ada 20 pelajar SMK kami yang terlibat dan kini sudah kami serahkan kepada orang tua mereka. Secara aturan yang disepakati sebelumnya bahwa siapa saja pelajar melanggar aturan otomatis tidak dapat mengikuti hak belajar di sekolah kami atau keluar," kata Tata salah seorang tenaga pendidik SMK Karya Nasional Kuningan, Jawa Barat, saat dikonfirmasi Tribun, Senin (3/8/2026).

Hal ini telah diatur dalam nota perjanjian antara wali murid dan manajemen lembaga pendidikan di masa pendaftaran. 

"Sebenarnya, setiap peserta didik baru yang hendak mengikuti KBM itu ada kesepakatan tertulis antara sekolah dan orang tua atau wali murid," katanya.

Menyinggung soal kerusakan warung Novi, Tata mengklaim pihaknya akan bertanggung jawab dan akan melakukan perbaikan atau pemberian biaya penggantian atas kerusakan.

"Untuk kerusakan terjadi di warung itu, kami bertanggung jawab dan teknis nanti kita atur sekaligus menjalin silaturahmi," ucapnya.

Bentrokan terjadi antar pelajar SMK Muhammadiyah dan SMK Karnas menimbulkan kerusakan motor dan bangunan warung di Jalan Ahmad Yani, mendapat perhatian petugas kepolisian dalam melakukan pemantik dari keributan tersebut.

"Untuk penanganan, ada beberapa pelajar sudah kami amankan dan dimintai keterangan," kata Kapolsek Kuningan Kompol Bambang saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (31/7/2026).

Kompol Bambang menyebut pengamanan terhadap pelajar SMK yang terlibat juga untuk mengungkap penyebab bentrok yang berlangsung, Kamis (30/7/2026).  

"Itu dilakukan sebagai upaya membongkar sebab munculnya kejadian tersebut. Kemudian untuk berapa banyak pelajar yang diamankan, silakan tanya ke Reskrim dan kini kasusnya sedang dalam proses penanganan," ucap Bambang lagi.  

Mengenai kerusakan akibat bentrokan pelajar SMK, Kapolsek Kuningan Kompol Bambang mengaku semua sudah mendapat perhatian hingga pergantian kerusakan pada gerobak dan warung milik warga atau korban.

"Soal pergantian kerusakan itu akan ditanggung pihak sekolah, informasi kami terima begitu," katanya.  

Buntut tawuran melibatkan pelajar SMK Muhammadiyah vs SMK Karnas di Jalan Ahmad Yani tidak hanya menimbulkan kerusakan pada gerobak dan bangunan warung Novi.

Tiga unit kendaraan roda dua pun mengalami kerusakan cukup parah.  

Demikian hal itu dikatakan pemilik Warung Novi alias Amah (40) saat ditemui di lapak dagangnya di Jalan Ahmad Yani, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: SMK Karya Nasional Kuningan Keluarkan 20 Pelajar Terlibat Tawuran Viral

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.