Tempati Rumah Laik Huni, Theresia Sampaikan Terima Kasih ke Kopdit Swasti Sari dan API Reinha
Ryan Nong August 03, 2026 09:45 PM

Tempati Rumah Laik Huni, Theresia Sampaikan Terima Kasih ke Kopdit Swasti Sari dan API Reinha

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Theresia Peni Kawan, warga Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur menyampaikan ucapan terima kasih kepada KSP Kopdit Swasti Sari dan API Reinha Rosari. 

Setelah sekian lama tinggal dalam keterbatasan, kini ia bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak berkat kepedulian banyak pihak.

Rumah sederhana tersebut merupakan hasil kolaborasi API Reinha Rosari (API RR) bersama KSP Kopdit Swasti Sari melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). 

Proses pembangunannya melibatkan mahasiswa API RR dan masyarakat Desa Lewograran yang bergotong royong selama kurang lebih dua pekan hingga rumah itu siap dihuni.

Baca juga: Warga Solor Sampaikan Terima Kasih ke Kopdit Swasti Sari, Kades: Terpercaya

DISKUSI - Wakil GM KSP Kopdit Swasti Sari Kasimirus Kopong berbicara dalam diskusi publik Kemah Kerja Kitab Suci Lewotana (K3SL) yang berlangsung di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur.
DISKUSI - Wakil GM KSP Kopdit Swasti Sari Kasimirus Kopong berbicara dalam diskusi publik Kemah Kerja Kitab Suci Lewotana (K3SL) yang berlangsung di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur. (POS-KUPANG.COM/HO)

Penyerahan rumah layak huni dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari Kasmirus Kopong, Kepala Desa Lewograran Mateus Buto Wujon, serta Ketua API Reinha Rosari Kaiser Legalaot.

Dengan mata berkaca-kaca, Theresia Peni Kawan mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan rumah tersebut menjadi anugerah besar bagi keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada API Reinha Rosari, Kopdit Swasti Sari, pemerintah desa, dan semua masyarakat yang sudah membantu membangun rumah ini. Saya tidak bisa membalas kebaikan ini, semoga Tuhan membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu," ungkapnya.

Ketua API Reinha Rosari, Kaiser Legalaot, mengatakan pembangunan rumah layak huni merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. 

Menurutnya, pengabdian tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat langsung.

"Kami ingin kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan masyarakat. Semangat gotong royong dan pelayanan menjadi nilai yang terus kami hidupi melalui setiap kegiatan sosial," ujar Kaiser.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kemah Kerja Kitab Suci Lewotana (K3SL) yang tidak hanya menghadirkan aksi sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan kolaborasi.

Kepala Desa Lewograran, Mateus Buto Wujon, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan membantu warganya.

"Kami sangat berterima kasih kepada API Reinha Rosari dan Kopdit Swasti Sari. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, menegaskan bahwa koperasi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya membangun ekonomi anggotanya, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"CSR bukan sekadar program, tetapi wujud komitmen Kopdit Swasti Sari untuk hadir bersama masyarakat. Kami percaya kolaborasi adalah kunci dalam menghadirkan kesejahteraan dan membantu mengurangi kemiskinan di daerah," tutur Kasmirus.

Selain penyerahan rumah layak huni, API Reinha Rosari juga menggelar diskusi publik bertajuk "Pengentasan Kemiskinan Melalui Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa". 

Dalam forum tersebut, Kasmirus Kopong hadir sebagai keynote speaker, membahas pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui gerakan koperasi dan sinergi lintas sektor.

Rangkaian K3SL juga diisi dengan pelatihan peningkatan kapasitas perangkat desa dalam pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang melibatkan pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan di Pulau Solor.

Kolaborasi di Desa Lewograran menjadi bukti bahwa kepedulian, gotong royong, dan sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan perubahan nyata. 

Bagi Theresia Peni Kawan, rumah baru itu bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga simbol harapan yang lahir dari uluran tangan banyak orang. (*/ian)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.