TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, hingga area perkantoran yang memperketat akses dengan pemasangan pagar tinggi belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Pemasangan pagar pembatas ini di antaranya terlihat pada sejumlah pusat perbelanjaan seperti Pakuwon Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall di Surabaya, Jawa Timur, serta Mal Kota Kasablanka dan Blok M Plaza di Jakarta Selatan. Tampilan serupa juga terlihat di kawasan perkantoran Menara BNI, Pejompongan, Jakarta Pusat.
Merespons dinamika tersebut, Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Langkah penguatan pengamanan oleh pengelola usaha dinilai sebagai prosedur lazim yang murni bersifat antisipatif dan mitigasi risiko.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan, pengalaman peristiwa masa lalu menjadi acuan bagi pihak swasta untuk memperkuat pencegahan dini.
"Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional," ujar Isir, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Soal Pagar Mal Ditinggikan, Jangan Buru-Buru Simpulkan Ada Ancaman Keamanan Nasional
Polri melakukan pemantauan situasi keamanan secara real-time menggunakan sistem pemantauan digital Daily Operational Reporting System (DORS) yang menghimpun laporan dari seluruh kepolisian daerah di Indonesia.
Berdasarkan data sistem tersebut, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas nasional.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri Komjen Pol. Fadil Imran meminta masyarakat agar tidak termakan narasi keliru yang mengaitkan pagar mal dengan potensi ancaman besar.
"Jadi, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan. Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa, jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu," tegas Fadil.
Pengamanan berlapis juga tetap dijalankan secara terukur oleh jajaran kepolisian mulai dari tingkat polsek hingga mabes tanpa ada perlakuan pengamanan khusus yang berlebihan.
Dari pihak pengelola, Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyatakan bahwa pemasangan pagar dilakukan semata-mata untuk pengaturan tata letak area serta faktor keselamatan pengunjung, mengingat bentangan mal berbatasan langsung dengan akses jalan raya yang padat.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta publik agar tidak memperbesar narasi yang berpotensi menebar ketakutan tanpa dasar yang jelas, serta mengajak masyarakat untuk senantiasa mengklarifikasi informasi yang beredar.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memandang langkah pemasangan pagar tersebut mungkin lahir dari kekhawatiran pihak pengelola.
Meski demikian, ia mengingatkan agar langkah pengamanan tidak dilakukan secara berlebihan. Pemprov DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus menjaga keamanan ibu kota agar tetap kondusif.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga memastikan aktivitas perdagangan nasional berjalan normal tanpa hambatan berarti, serta mengimbau masyarakat untuk tetap merujuk pada informasi resmi yang terverifikasi.