Wamenaker Tekankan Pentingnya Skill dan Kompetensi Hadapi Persaingan Kerja Era Digital
Wahyu Aji August 04, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi calon pekerja.

Dua hal itu dibutuhkan sebagai modal bersaing di tengah perkembangan teknologi digital sekaligus memperluas peluang kerja.

Hal ini disampaikan Afriansyah Noor saat berdialog dengan peserta Musyawarah Nasional (Munas) VIII Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI), di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Afriansyah, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan melalui berbagai pelatihan keterampilan dan kompetensi. 

Selain penguasaan keterampilan teknis, ia juga menilai kemampuan berbahasa menjadi nilai tambah bagi pekerja, khususnya yang ingin memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis dengan mengedepankan penyelesaian perselisihan melalui musyawarah dan mufakat.

"Di mana pun saya selalu mendorong agar hubungan industrial Pancasila terus kita gaungkan sebagai landasan membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha," ujar Afriansyah.

Dialog bersama peserta Munas VIII FSP PPMI SPSI turut dihadiri Ketua Umumnya Arnod Sihite yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Konfederasi KSPSI kepemimpinan Yoris Raweyai.

Pada kesempatan itu, Arnod menilai Wamenaker Afriansyah Noor cocok untuk menjadi pembina bagi serikat buruh, karena memiliki kedekatan dengan kalangan pekerja dan kerap turun ke lapangan.

"Pak Wamenaker sangat cocok menjadi pembina serikat pekerja kami. Beliau memiliki pengalaman panjang sebagai aktivis dan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, sering turun ke unit kerja maupun akar rumput," kata Arnod.

Forum dialog ini pun diharapkan dapat menguatkan hubungan antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha guna menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

Ia berharap kerja sama tripartit dapat senantiasa diperkuat untuk menuntaskan urusan ataupun permasalahan ketenagakerjaan secara musyawarah mufakat.

"Kami berharap sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha terus diperkuat sehingga berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara bersama," ujar Arnod.

Turut mendampingi Wamenaker dalam dialog tersebut yakni Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri, Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Hubungan Industrial (KPHI) Decky Haedar Ulum, Wakil Kepala Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah Ahmad Azis.

Baca juga: Serikat Pekerja Usulkan Kuota Program Magang Nasional Naik Jadi 1 Juta Peserta

Sebelumnya, Munas VIII FSP PPMI SPSI secara resmi dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Acara pembukaan juga dihadiri Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, Wali Kota Solo Respati Ardi, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Kementerian HAM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.