TRIBUNTRENDS.COM - Gagasan pembentukan Kabinet Bayangan kembali menjadi sorotan setelah Mensesneg Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menyinggung pentingnya kualitas dan kapasitas para menteri dalam pemerintahan.
Menurut Feri, menteri yang tidak memiliki kemampuan memadai akan menghadapi tantangan besar ketika harus beradu gagasan secara terbuka dengan menteri bayangan dari pihak oposisi.
Kabinet Bayangan sendiri dibentuk sebagai wujud oposisi substantif yang digagas Koalisi Masyarakat Sipil untuk mengawasi sekaligus mengkritisi kinerja pemerintah secara objektif dan berbasis data.
Inisiatif tersebut digerakkan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF, dengan melibatkan akademisi, aktivis, serta kalangan profesional non-partisan.
Sebanyak 15 posisi menteri bayangan telah disusun untuk mengawasi kementerian yang ada di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Feri menjelaskan, dalam konsep kabinet bayangan, setiap menteri pemerintah memiliki pasangan dari pihak oposisi yang bertugas menguji kebijakan dan program kerja.
Baca juga: Putusan MK soal MBG Dikabulkan, Kabinet Bayangan Sentil Pendirian URI: Rancang Anggaran Ugal-ugalan
"Pemerintah kalau ada menteri keuangan, maka akan ada oposisi yang menteri bayangan keuangannya, begitu seterusnya dan mereka akan berdebat soal gagasan program secara terbuka," ucap Feri, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Senin (3/8/2026).
Melalui mekanisme tersebut, setiap kebijakan dapat diuji secara terbuka di hadapan publik melalui pertarungan ide dan argumentasi.
Feri menilai forum semacam itu akan memperlihatkan kualitas sesungguhnya dari seorang menteri dalam menyampaikan serta mempertahankan gagasannya.
Ia menegaskan bahwa pejabat yang tidak memiliki kapasitas akan kesulitan menghadapi kritik yang disampaikan secara langsung dan terbuka.
Jika tidak mampu menjawab argumentasi lawan, seorang menteri berpotensi kehilangan kepercayaan publik.
"Kalau ada menteri yang tidak mumpuni, bisa habis dan dipermalukan di depan publik dia. Jadi tidak mungkin di dalam konsep parlementer tidak zaken, dia tidak ahli, karena akan dipermalukan di depan forum," ungkapnya.
Feri menilai sistem semacam ini lazim diterapkan dalam tradisi parlementer untuk memastikan pejabat publik benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya.
Karena itu, jabatan menteri tidak cukup hanya diisi oleh sosok yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan dengan baik.
Menurutnya, kemampuan mempertahankan gagasan dalam forum terbuka menjadi salah satu ukuran utama kualitas seorang menteri di hadapan masyarakat.
"Tidak hanya pintar, dia juga harus mampu menjelaskan gagasan kan, kalau kita buat cocok nih, kalau Pak Purbaya bertemu Bhima Yudhistira, apa gagasannya?" katanya.
Daftar 15 Menteri Kabinet Bayangan
Berikut ini 'menteri' Kabinet Bayangan beserta counterpart-nya di Kabinet Merah Putih:
1. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari:
2. Sekretaris Kabinet (Seskab), Ahmad Jilul QF:
Seskab, Teddy Indra Wijaya.
3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara, Armand Suparman:
4. Menteri Luar Negeri, Showan Al-Banna Choiruzzad:
Menlu, Sugiono.
5. Menteri Pertahanan, Surie Maharani:
Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin.
6. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal, Khoirunnisa Nur Agustyati:
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi;
Menteri HAM, Natalius Pigai.
7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona:
8. Menteri Perekonomian, Media Wahyu Askar:
9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara:
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.
10. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Iqbal Damanik:
11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatil Haeri:
12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum:
13. Menteri Kesehatan, Irma Hidayana:
Menkes, Budi Gunadi Sadikin.
14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati:
15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah:
Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Korbankan Anggaran Sektor Lain: Jangan Semua Disalahkan
Setiap anggota Kabinet Bayangan nanti akan menjadi mitra pembanding bagi menteri di Kabinet Merah Putih sesuai bidangnya masing-masing.
Kebijakan pemerintah akan dikaji dan disertai alternatif kebijakan yang akan dipublikasikan kepada masyarakat.
Selain menggelar rapat perdana, Kabinet Bayangan juga berencana mengadakan public hearing atau forum dengar pendapat di berbagai daerah serta membuka ruang debat mengenai kebijakan publik dengan para menteri Kabinet Merah Putih.
Panitia menyatakan Kabinet Bayangan berdiri secara independen tanpa dukungan partai politik maupun korporasi.
Seluruh kegiatan saat ini dibiayai melalui patungan internal dan selanjutnya direncanakan menggunakan skema crowdfunding atau urun dana publik.
Sebelumnya, proses seleksi Kabinet Bayangan ini dimulai pada 12 Mei 2026 melalui pendaftaran terbuka.
Kemudian sebanyak 121 orang mendaftar secara langsung, sementara 102 nama diusulkan oleh masyarakat sipil.
Seluruh kandidat kemudian diseleksi panel independen yang terdiri atas Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar.
Penilaian dilakukan berdasarkan enam kriteria, yakni integritas, kompetensi, usia di bawah 50 tahun, sikap kritis, keberpihakan kepada rakyat, serta tidak berafiliasi dengan partai politik.
Dari proses tersebut, terpilih 15 anggota kabinet, dengan 40 persen di antaranya perempuan.
(TribunTrends/Tribunnews/Rifqah)