Kesaksian Sopir Ambulans di Lokasi Kecelakaan Mahasiswa KKN, 4 Korban Terjebak di Kabin Kendaraan
Ratino Taufik August 04, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - PETUGAS ambulans Puskesmas Mantewe, Rahman, menceritakan detik-detik saat dirinya merapat ke lokasi tabrakan maut antara mobil pikap rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu, Sabtu (1/8/2026).

Saat itu panggilan darurat dari pihak kepolisian masuk sekitar pukul 11.45 Wita. Tanpa mengetahui pasti berapa jumlah korban di lapangan, armada ambulans langsung membelah jalan menuju lokasi musibah.

Setibanya di lokasi, pemandangan memilukan terlihat di luar bahu jalan, sebagian korban benturan keras itu telah dievakuasi warga menggunakan mobil pikap yang melintas, namun masih ada empat korban yang terjebak di dalam kabin kendaraan yang ringsek.

Tiga korban berada di kabin depan mobil pikap Suzuki Carry rombongan mahasiswa, sementara satu korban lainnya adalah pengemudi truk tangki BBM. Posisi kendaraan yang remuk membuat proses pengeluaran tubuh korban memakan waktu dan kecermatan ekstra.

"Di TKP sebagian korban sudah dibawa pakai mobil pikap. Untuk empat korban lainnya masih di TKP dan masih di dalam mobil kabin depan, di bawah atau di luar aspal. Untuk di mobil Carry para mahasiswa di depan ada tiga, terus di mobil tangki driver-nya satu, posisinya masih terjepit di dalam kabin mobil," tuturnya.

Baca juga: Lima Mahasiswa KKN Tewas Kecelakaan, DPRD Kalsel Desak Evaluasi Jalur Bypass Banjarbaru-Batulicin

Rahman mengungkapkan betapa parahnya benturan yang dialami para korban di lokasi kejadian. Kondisi fisik para korban saat ditemukan tidak memungkinkan untuk diselamatkan lagi karena luka parah pada bagian vital.

"Kondisinya bukan sekadar patah, tapi remuk pada bagian kaki. Dan untuk satu orang korban luka parah pada bagian kepala. Tindakan untuk korban cepat dievakuasi ke puskesmas terdekat dan sudah meninggal di tempat semua. Di lokasi sudah ada anggota Polsek, anggota tentara, dan warga masyarakat," ungkapnya.

Pola evakuasi terpaksa dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan armada di awal kedatangan. Dua jenazah korban perempuan dievakuasi terlebih dahulu menuju puskesmas sebelum petugas kembali menjemput pengemudi yang terjepit.

"Untuk dua korban yang pertama dari mobil pikap itu, untuk dua jenazah perempuan langsung dibawa ke puskesmas. Setelah sampai puskesmas, ambil ambulans yang satu lagi untuk evakuasi driver-nya. Untuk kondisi dua driver sama-sama parah pada bagian kaki, dan untuk dua korban perempuan mengalami pecah kepala," jelas Rahman.

Mengenai kronologi pasti benturan dua kendaraan besar tersebut, Rahman menyebutkan belum ada warga di lokasi yang melihat detik-detik kejadian secara langsung. Hal ini lantaran posisi kedua mobil berada di urutan paling belakang dari iring-iringan kendaraan yang melintas.

"Kalau untuk saksi mata yang melihat langsung belum tahu siapa yang dulu melihat. Yang jelas kalau yang melihat sepertinya tidak ada, karena kondisi mobil posisi sama-sama mobil terakhir. Dari mobil tangki itu mobil terakhir, dari mobil iring-iringan ini juga mobil terakhir. Itu informasi yang saya terima," tambahnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.