Bikin Konten Seolah Jadi Korban Begal hingga Jari Tangan Putus, Bayu Jadi Berurusan dengan Polisi
M Syofri Kurniawan August 04, 2026 07:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Keinginan untuk viral di media sosial justru berujung penyesalan.

Seorang remaja berusia 17 tahun, Bayu Wibowo, warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mengaku merekayasa video seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan bersenjata tajam.

Video yang berdurasi 1 menit lebih 1 detik tersebut sempat menggegerkan masyarakat, setelah beredar luas di media sosial dan memicu keresahan publik.

Pembuat konten, Bayu Wibowo, mengaku sengaja membuat video tersebut untuk kebutuhan konten dan tidak menyangka unggahannya di status WhatsApp justru viral hingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Ia mengakui, perbuatannya dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa terpengaruh konten dari pihak lain.

"Saya khilaf, Pak. Cuma buat konten doang, buat keren-kerenan. Nggak ngira kalau viral seperti ini," ujar Bayu kepada Tribunjateng.com, usai konferensi pers di lobi Mapolres setempat, Senin (03/08/2026).

VIDEO HOAKS - Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf (kirim) saat menanyai pembuat konten video begal, BW (kanan) di Mapolres Pekalongan, Senin (3/8/2026). Dia mengakui khilaf dan menyesal telah membuat video hoaks dirinya menjadi korban begal.
VIDEO HOAKS - Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf (kirim) saat menanyai pembuat konten video begal, BW (kanan) di Mapolres Pekalongan, Senin (3/8/2026). Dia mengakui khilaf dan menyesal telah membuat video hoaks dirinya menjadi korban begal. (TRIBUN JATENG/POLRES PEKALONGAN)

Ia menjelaskan, adegan jari yang terlihat seolah putus dalam video tersebut bukan bagian tubuh manusia, melainkan menggunakan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari. Sementara cairan yang tampak seperti darah hanyalah tinta.

Bayu mengaku, sengaja membuat narasi seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan di wilayah tempat tinggalnya di Kecamatan Doro. Setelah video selesai dibuat, rekaman itu diunggah ke status Whatsapp.

"Saya buat video itu waktu Sabtu (01/08/2026) malam. Hanya lima menit saya upload, habis itu saya hapus. Kemudian viral pada hari Minggu (02/08/2026)," imbuhnya.

Namun di luar dugaan, unggahan tersebut menyebar luas di berbagai media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Bahkan, banyak orang menghubunginya setelah video tersebut viral.

Akibat ulahnya, Bayu mengaku mendapat teguran keras dari orang tuanya. Ia juga menyampaikan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukan.

"Saya menyesal banget, Pak," katanya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf memastikan video yang menarasikan aksi pembegalan bersenjata tajam di Dukuh Sigalung, Kecamatan Doro, yang sempat viral di media sosial merupakan informasi bohong atau hoaks.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap, video tersebut sengaja direkayasa oleh seorang remaja berusia 17 tahun dengan motif ingin dianggap berani atau jago oleh teman-temannya.

AKBP Rachmad menjelaskan, video tersebut mulai beredar pada Minggu (02/08/2026) melalui media sosial Facebook dan Instagram setelah sebelumnya diunggah di status Whatsapp milik pelaku.  

Kapolres mengungkapkan, meski video itu sempat dihapus dari status WhatsApp pelaku, rekamannya sudah telanjur dilihat dan disebarluaskan oleh beberapa temannya hingga akhirnya viral di berbagai platform media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

"Mengingat pelaku masih di bawah umur, kepolisian mengedepankan langkah pembinaan dengan melibatkan orang tua, pemerintah desa, dan pihak kepolisian sektor setempat. Remaja tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan penyesalannya, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," ungkapnya. (Indra Dwi Purnomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.