SURYA.CO.ID - Akhirnya Polres Metro Jakarta Pusat menghentikan kasus dugaan penculikan yang dialami atlet golf Jesslyn Wijaya (32).
Dihentikannya penyelidikan kasus ini setelah polisi memastikan tidak ada unsur penculikan maupun tindak pidana lain yang menyebabkan Jesslyn Wijaya tidak diketahui keberadaannya.
Selama penyelidikan dua pekan, polisi menyimpulkan bahwa keputusan Jesslyn ke luar negeri bersama ibu dan keluarganya, atas kemauan sendiri.
Hal ini diperkuat setelah polisi berkomunikasi langsung dengan Jesslyn melalui panggilan video saat ia berada di Bangkok, Thailand.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, dalam panggilan video tersebut Jesslyn menegaskan kepergiannya ke luar negeri dilakukan atas kemauan sendiri, bukan karena menjadi korban penculikan.
Baca juga: Usai Atlet Golf Jesslyn Wijaya Bantah Diculik, Kekasih Batalkan Pernikahan, Sebut di Bawah Tekanan
"Benar, bukan kasus penculikan. Saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar negeri atas kemauannya sendiri. Dan itu disampaikan langsung oleh Jesslyn," ungkap Roby saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2026).
Karena tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana, polisi memutuskan menghentikan penyelidikan kasus tersebut.
Keputusan ini membuat kecewa Evan. tunangan Jesslyn.
Melalui kuasa hukumnya, Andi Darti, menyebut pihaknya mencium adanya kejanggalan dan menduga Jesslyn memberikan pernyataan tersebut di bawah tekanan pihak keluarga.
Andi menyoroti kondisi saat memberikan video testimoni dan melakukan video call dengan kepolisian, Jesslyn terus didampingi oleh ibunya.
"Karena dari video yang beredar itu di beberapa media, itu di sampingnya itu ada ibunya. Seharusnya kan pihak kepolisian itu kan harus memberikan kesempatan kepada Jesslyn untuk menenangkan dirinya agar bisa memberikan pernyataan secara bebas," jelas Andi.
"Jadi harus benar-benar dalam keadaan bebas, bebas menyatakan kehendak, bebas menyampaikan pendapat tanpa ditekan," sambungnya.
Pernyataan terbaru Jesslyn kepada polisi ini juga dinilai sangat kontradiktif dengan rekam jejak masa lalunya.
Pasalnya, Jesslyn diketahui pernah melaporkan perilaku keluarganya, termasuk sang ibunda ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025 lalu.
Andi juga mengeklaim Jesslyn bahkan pernah mengirimkan video permintaan tolong kepada Evan saat dia diisolasi oleh sang ibu, sebelum akhirnya melapor ke Komnas Perempuan.
"Ada pernyataan Jesslyn 'saya di sini sudah tidak bisa ngapa-ngapain, tolong lapor ke polisi, ponsel saya diambil, iPad saya diambil semuanya, saya cuma bisa baca Bible'," kata Andi.
Komisioner Komnas Perempuan, Maria Ulfah Ansor membenarkan adanya laporan yang diajukan oleh perwakilan keluarga yang mengatasnamakan Jesslyn ke Komnas Perempuan.
"Benar sudah ada pengaduan ke Unit Pengajuan Rujukan (UPR) di tahun 2025, dirujuk ke lembaga layanan, pada hari Jumat 31 Juli 2026, pihak pelapor datang ke Komnas Perempuan untuk pengaduan dan sudah diterima sama UPR," ucap Maria.
Sikap Jesslyn membuat Evan akhirnya memilih membatalkan rencana pernikahannya.
Baca juga: Akhirnya Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Mau Dihentikan, Polisi: Kemauan Sendiri
Andi Darti, mengungkapkan pembatalan rencana pernikahan itu dilakukan usai Jesslyn memberikan pernyataan kepada kepolisian bahwa dia pergi ke Bangkok atas kemauan sendiri dan tidak diculik.
"Dengan pernyataan tersebut, Evan juga jadi tahu kalau Jesslyn lebih memilih membela keinginan keluarganya dan tidak mau menyampaikan fakta yang sebenarnya bahwa ada dugaan-dugaan perampasan kemerdekaan," kata Andi saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Senin (3/7/2026).
Karenanya, kata Andi, Evan pun memutuskan untuk mengikhlaskan Jesslyn dan enggan memperpanjang lagi perkara ini.
"Kalau memang Jesslyn membela ibunya ya berarti Evan harus ikhlas gitu. Kita dari awal sudah komitmen seperti itu, jadi ya sudahlah, memang berarti tidak akan ada pernikahan lagi, hubungan Evan dengan Jesslyn mungkin selesai seperti itu," tutur Andi.
Meski begitu, Andi mengungkapkan Evan sejatinya sangat kecewa dengan keputusan Jesslyn yang mengaku tidak diculik oleh keluarganya.
Padahal, Evan berharap Jesslyn berani bersuara dan membela dirinya sendiri atas dugaan tindakan penjemputan paksa dari Restoran Saung Kita, Jakarta Pusat, pada pertengahan Juli 2026 lalu.
"Iya, kalau dari Evan sendiri sih sebenarnya dia agak kecewa ya, karena dia pikir Jesslyn itu akan membela dirinya sendiri, tapi ternyata dia membuat statement yang memang sangat-sangat tidak diharapkan oleh Evan," ucap Andi.
Andi membongkar motif utama keluarganya membawa Jesslyn ke luar negeri adalah karena sang ibu yang tak merestui hubungannya dengan Evan karena faktor ekonomi.
"Kalau secara prinsip kan orangtuanya ini kan memang tidak pernah setuju kalau Jesslyn itu menikah dengan orang yang ekonominya jauh di bawah dia kan. Intinya masalah ekonomi, termasuk dengan Evan," ungkap Andi.
Bahkan, kata Andi, awalnya sang ibu mengizinkan Jesslyn bermain golf agar putrinya tersebut bisa masuk ke dalam lingkungan pergaulan yang dinilai lebih baik untuk mencari pasangan.
Namun, ketika bertemu dengan Evan, ibunya kembali tidak menyetujui hubungannya.
"Jesslyn itu bahkan belajar golf dari Evan, tapi memang tidak kali ini saja, sebelumnya juga Jesslyn pernah tidak direstui dengan beberapa laki-laki, tapi puncaknya yang sama Evan ini," kata dia.
Bahkan, Andi mengeklaim bahwa pada Oktober 2025 lalu, Evan pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh keluarga Jesslyn atas tuduhan penculikan.
"Di situ si Evan kan dituduh menculik, padahal kan si Jesslyn-nya keluar sendiri dari rumah karena tidak kuat. Tapi ternyata kan dari hasil penyelidikan itu tidak terbukti," ucap Andi. (kompas.com)