Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pertandingan Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta, pada semifinal Piala Presiden 2026, diputuskan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali, Selasa (4/8/2026) tanpa penonton.
Menurut Sekjen Viking Persib Club, Arlan Sidha, pertama keputusan laga digelar di Bali, memang cukup mengagetkan karena sebelumnya beberapa surat keluar bagaimana pertandingan ini.
"Tapi yang jelas pertandingan Persib lawan Persija, menunjukan panitia belum menentukan venue semifinal dan final, seharusnya walaupun piala presiden dari awal bisa mengantisipasi beberapa pertandingan setelah babak penyisihan," kata Arlan, saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Arlan mengatakan, Piala Presiden itu kan selain memperebutkan piala bergengsi, punya komitmen membangkitkan ekonomi yang ada di wilayah setempat.
"Kalau tanpa penonton UMKM tidak akan mendapatkan dampak, tapi ya itu urusan mereka," ujar Arlan.
Baca juga: Viking Tasikmalaya Optimistis Persib Bandung Tumbangkan Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
Arlan menjelaskan, yang menarik sekarang bagaimana kemudian para suporter menyikapi hal tersebut (pertandingan tanpa penonton).
"Tanpa penonton, ya, sudah dipastikan maka pertandingan ini akan dilakukan secara nonton bareng, nobar di beberapa titik, kalau di Bobotoh khususnya viking nobar dilakukan di beberapa titik tak ada yang terpusat besar," kata dia.
Hal tersebut lantaran, kata Arlan, waktu untuk mempersiapkan nobar akbar semifinal Piala Presiden itu mepet.
"Sehingga akhirnya nobar dilakukan di setiap distrik yang penting ada kebersamaan dan Silaturahmi," ujar dia.
Arlan mengungkapkan, kalau melihat Persib lawan Persija memang rival, tapi semua lawan juga rival, namun tensi rival ini sendiri agak berbeda.
Menurut Arlan, baik Persib atau Persija, kini memiliki persiapan belum maksimal sedang memperbaiki dan mencoba skuat timnya seperti apa.
"Jadi rivalitas, ya karena sebuah pertandingan tapi kalau memaksakan mati-matian, dengan tensi tinggi dan mengarah ke banyak yang cedera ya menurut saya gak juga karena ini pramusim saja," tuturnya.
Arlan tak menampik, memang dalam laga semifinal ini khusunya menghadapi Persija memiliki gengsi yang tinggi.
"Tapi tidak harus kemudian tensinya menggila, khawatir ada korban cedera atau kelelahan, dan lain sebagainya," ujar Arlan.
Arlan berharap, Persib jangan terlalu berlebih saat menghadapi Persija karena Piala Presiden ini kompetisi pramusim.
"Jadi Persib harus mengatur strategi bukan hanya sekedar menang dan kalah, tapi bagaimana stabilitas tim bagaimana acaranya supaya tak ada yang cedera serius. Apalagi tensinya tinggi saya khawatir justru pemain yang baru merumput cedera, itu yang berbahaya," ucapnya.(*)