Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Komunitas Gada Membaca di Kabupaten Ciamis kembali mendapat dukungan dari dunia akademik.
Kali ini, komunitas literasi tersebut menerima sumbangan buku dari Kantor Pengelolaan Perpustakaan Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (3/8/2026).
Bantuan buku diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad, Dr. Ute Lies Siti Khadijah, S.Sos., M.Si., dalam rangkaian kunjungan sekaligus berbagi pengalaman bersama pengurus dan relawan Komunitas Gada Membaca.
Ute mengatakan, pemberian bantuan buku merupakan bagian dari upaya Unpad menyalurkan koleksi yang diperoleh dari berbagai mitra kepada taman bacaan masyarakat maupun komunitas literasi yang aktif.
"Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Pak Agus Munawar bersama tim secara konsisten menjalankan konsep literasi yang berkelanjutan di Komunitas Gada Membaca. Kami ingin mengetahui bagaimana mereka mengajak masyarakat berinteraksi, meminjam buku, bekerja sama dengan sekolah, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Baca juga: Tangis Haru Warnai Pelepasan AKBP H. Hidayatullah dari Polres Ciamis Melalui Tradisi Pedang Pora
Menurut Ute, kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses literasi yang berlangsung di Gada Membaca.
Ia mengaku terkesan melihat anak-anak membaca buku, berdiskusi, hingga belajar bersama di lingkungan komunitas.
"Di sini juga diajarkan literasi media dan berbagai pola pembelajaran untuk mengelola informasi. Hal itu sangat penting sebagai bekal menghadapi tantangan literasi digital lima tahun ke depan," katanya.
Ute menilai perkembangan Komunitas Gada Membaca bahkan melampaui ekspektasinya.
Semangat anak-anak dalam memanfaatkan koleksi buku serta kedekatan komunitas dengan berbagai mitra dinilai menjadi kekuatan utama gerakan literasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan komunitas seperti Gada Membaca juga mampu membantu mengurangi kesenjangan akses pembelajaran antara buku cetak dan sumber belajar digital, khususnya bagi anak-anak yang belum memiliki perangkat komputer, tablet, maupun laptop di rumah.
Dalam sesi diskusi bersama pengurus dan relawan, Ute juga memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan program komunitas ke depan.
Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan English Day agar anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris sederhana dan lebih percaya diri dalam berkomunikasi.
Selain itu, ia juga mendorong pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan yang membiasakan anak-anak menggunakan bahasa ibu agar tidak kehilangan identitas budaya.
Tak hanya itu, Ute mengusulkan agar Gada Membaca mulai mengenalkan wawasan pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, misalnya melalui kolaborasi dengan kedutaan atau berbagai lembaga pendidikan, sehingga anak-anak memiliki cita-cita yang lebih luas untuk membangun daerahnya.
Ia juga berharap komunitas tersebut dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi remaja yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan LPK, BUMN maupun BUMD.
"Harapannya, pendidikan non-gelar dan pemberdayaan berbasis inklusi sosial ini bisa membuka peluang kerja yang lebih baik sehingga mereka memiliki penghasilan yang layak, integritas, dan masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad beserta akademisi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad.
Menurut Agus, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi Gada Membaca untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad dan akademisi Fikom Unpad yang terus mendukung gerakan literasi kami. Dukungan ini menjadi semangat untuk terus menghadirkan layanan dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan," kata Agus.(*)