4 Tips Slow Jogging untuk Pemula, Jangan Skip Pemanasan
Benedikta Desideria August 04, 2026 08:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Slow jogging atau lari santai tengah menjadi tren karena dinilai mudah dilakukan dan cocok bagi pemula. Meski intensitasnya lebih ringan dibandingkan lari biasa, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tak membuat cedera.

1. Cukupi kebutuhan cairan sebelum dan selama olahraga

Pakar fisiologi olahraga UGM, Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D, Sp.BS., mengingatkan orang yang baru mulai slow jogging untuk minum yang cukup untuk mencegah tubuh mengalami panas yang berlebih.

“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujar Zainal. 

2. Pakai sepatu yang tepat

Penggunaan sepatu yang layak dan sesuai wajib dilakukan untuk melindungi lutut serta sendi panggul dari dampak benturan

3. Pemanasan

Lakukan pemanasan sebelum mulai berlari santai. Zainal mengatakan pemanasan membantu melancarkan aliran darah, menghangatkan tubuh, melenturkan otot, dan mengurangi risiko kram atau cedera.

4. Atur ritme lari dan napas

Slow jogging dilakukan dengan intensitas ringan. Pastikan masih bisa berbicara dan bernapas dengan nyaman tanpa terengah-engah.Jika napas sudah ngos-ngosan, berarti intensitas olahraga terlalu tinggi.

Ia  menyarankan kepada pemula untuk tidak memaksakan diri melakukan gerakan berlebih dengan memulai dari durasi pendek, misal 5-10 menit sebelum kemudian terus ditingkatkan.

“Siapapun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step,” saran Zainal seperti mengutip laman UGM.

 

Slow Jogging Terlihat Sederhana tapi Banyak Manfaat

Slow jogging terlihat seperti olahraga yang sederhana, akan tetapi memiliki beragam manfaat. Slow jogging akan mendorong jantung bekerja lebih kuat dan juga dapat melancarkan aliran darah hingga ke jaringan kulit luar yang dapat mendukung kesehatan kulit.

Jika olahraga ini rutin dilakukan dengan durasi lama akan membantu membakar lemak di tubuh. “Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama,” tuturnya. 

Selain itu, ia menerangkan jika olahraga ini turut memberi manfaat bagi kesehatan mental. Dengan melakukan gerakan seperti slow jogging, akan mengaktifkan saraf otak ke-10 atau (vagus nerve atau wandering nerve) yang berfungsi sebagai “kabel kasih sayang” atau compassion. Saraf ini menyeimbangkan sistem fight or flight dan rest and digest yang membuat seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, tidak mudah marah.

“Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih ya, jadi akan semangat,” terang Zainal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.