Aktivitas Gunung Merapi Selasa 4 Agustus 2026: Teramati 6 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter
Muhammad Fatoni August 04, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami  6 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga pagi hari ini, Selasa (4/8/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 24 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 40.97-203.5 detik.

Selain itu, tercatat pula 12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-37 mm, S-P 0.3-0.8 detik dan lama gempa 13.89-48.57 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-9 mm, dan lama gempa 16.64-23.85 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Cuaca teramati cerah hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 17.3-18.6°C. Kelembaban 97-98.8 persen. Tekanan udara 873.9-917.8 mmHg.

Baca juga: Info Cuaca Wilayah DIY Selasa 4 Agustus 2026, Cerah Berawan Sepanjang Hari

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.