Pemprov Papua Barat Daya Latih Warga Malaumkarta dan Suwatolo Kelola Kampung Wisata
Petrus Bolly Lamak August 04, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat Kampung (Disdukcapil & PMK) Papua Barat Daya menggelar Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Kampung Wisata bagi masyarakat Kampung Malaumkarta dan Kampung Suwatolo, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 3-5 Agustus 2026, dipusatkan di Balai Kampung Suwatolo, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Baca juga: Pendataan OAP Sorong Selatan Terganjal Anggaran Provinsi, Kepala Dukcapil: Kami Hanya Menunggu

Kegiatan dibuka Plt Kepala Disdukcapil & PMK Provinsi Papua Barat Daya Nikolas Asmuruf.

Pelatihan menghadirkan narasumber Desi Sentuf dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

Desi memberikan materi mengenai tata kelola kampung wisata, pelayanan kepada wisatawan, hingga strategi pengembangan potensi wisata berbasis budaya dan alam.

Baca juga: Maybrat Masuk Zona Merah Pelayanan Publik, Wabup Sidak Dukcapil

Plt Kepala Disdukcapil & PMK Provinsi Papua Barat Daya Nikolas Asmuruf menjelaskan, bahwa program pendampingan kampung wisata tahun 2026 dilaksanakan di tiga lokus, yakni Kabupaten Sorong, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Sorong Selatan. 

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi wisata berbeda sehingga memerlukan pengelolaan profesional dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

"Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola destinasi wisata lebih baik," ujar Nikolas.

Baca juga: Warga Membeludak, Dukcapil Sorong Selatan Terpaksa Layani Dokumen Tembus Malam Hari

Ia mengapresiasi masyarakat Kampung Malaumkarta, dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan kekayaan alam hingga menjadi salah satu destinasi unggulan di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurutnya, pengembangan kampung wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi menjadi instrumen penting pelestarian budaya dan lingkungan.

"Pengembangan kampung wisata membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya UMKM dan usaha kuliner lokal, serta menggerakkan perekonomian masyarakat kampung," katanya.

Baca juga: Khusus Pencaker, Dukcapil Sorong Selatan tetap Buka Pelayanan e-KTP Selama Libur Idul Fitri

Lebih lanjut, Nikolas menegaskan bahwa pelatihan dan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola kampung wisata secara mandiri dan profesional. 

Dengan pengelolaan baik, potensi wisata di daerah diharapkan dapat berkembang optimal, menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi kampung, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sorong.

“Kami berharap Kampung Malaumkarta dan Kampung Suwatolo semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan mandiri, profesional, dan berkelanjutan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Papua Barat Daya,” katanya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.