4 Berita Populer Padang: Ekshumasi Makam Siswi SD, Kecelakaan Sepeda Listrik dan Dampak Banjir
Rezi Azwar August 04, 2026 10:27 AM

Sejumlah peristiwa penting dan krusial menyita perhatian publik Kota Padang dalam 24 jam terakhir.

Polresta Padang bersama Tim Dokpol menggelar ekshumasi makam seorang siswi sekolah dasar di TPU Tunggul Hitam, demi mengungkap kematiannya.

Sementara itu di jalan raya, insiden kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda listrik turut dilaporkan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman.

Kemudian, hujan deras yang mengguyur sejak Senin pagi memicu banjir hingga ketinggian 2 meter di 15 titik, dengan dampak terparah menerjang wilayah Kecamatan Nanggalo, Kuranji, dan Koto Tangah.

1. Ekshumasi Siswi SD Padang: Pengacara Minta Guru Maupun Pihak Lain Dituntut Jika Terbukti

EKSHUMASI-Tenda terpal hitam berdiri memagari sebuah petak makam di TPU Tunggul Hitam, Kota Padang, Senin (3/8/2026). Di balik barikade sederhana itu, proses ekshumasi terhadap jenazah NA (10), siswi SDN 33 Rawang yang diduga meninggal akibat perundungan, resmi dimulai.
EKSHUMASI-Tenda terpal hitam berdiri memagari sebuah petak makam di TPU Tunggul Hitam, Kota Padang, Senin (3/8/2026). Di balik barikade sederhana itu, proses ekshumasi terhadap jenazah NA (10), siswi SDN 33 Rawang yang diduga meninggal akibat perundungan, resmi dimulai. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Tenda terpal hitam berdiri memagari sebuah petak makam di TPU Tunggul Hitam, Kota Padang, Senin (3/8/2026). 

Di balik barikade sederhana itu, proses ekshumasi terhadap jenazah NA (10), siswi SDN 33 Rawang yang diduga meninggal akibat perundungan, resmi dimulai.

Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat petugas menggali kembali kuburan bocah sekolah dasar tersebut. 

Baca juga: Banjir di Depan RSUP M Djamil Padang Picu Kemacetan Panjang, Sejumlah Kendaraan Tersendat

Tak jauh dari lokasi tenda, ayah korban tampak berdiri mematung memandangi tanah peristirahatan terakhir sang buah hati yang sedang dibongkar.

Sejumlah alat penggalian seperti sekop dan cangkul tampak tersusun rapi di dekat tenda utama. 

Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) bersama jajaran Polresta Padang hadir di lokasi untuk mengawal serta memimpin langsung prosedur medis forensik tersebut.

Langkah hukum ini diambil demi mencari titik terang di balik kematian NA. Kehadiran aparat dan tim medis di TPU Tunggul Hitam menjadi penanda dimulainya pembuktian atas isu sensitif yang menyelimuti kasus ini.

Desakan dan Tuntutan Hukum Keluarga Korban

Kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Faisal Gaus, menegaskan bahwa ekshumasi ini menjadi krusial untuk menguji klaim yang beredar selama ini.

Ia menyoroti adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam antara pihak sekolah dan temuan awal yang diyakini oleh keluarga almarhumah.

"Pernyataan dari pihak sekolah tidak ada indikasi pembullyan, sedangkan kami melihat ada indikasi ya. Maka dilakukan ekshumasi ini, diharapkan supaya ada titik terang," ujar Faisal saat ditemui di lokasi TPU Tunggul Hitam, Senin (3/8/2026).

Faisal menegaskan bahwa pihak keluarga menaruh harapan besar pada proses ilmiah ini agar kasus kematian siswi kelas 5 SD tersebut diproses secara adil.

Seluruh teka-teki terkait dugaan perundungan fisik maupun psikologis yang dialami korban diserahkan sepenuhnya kepada hasil pemeriksaan tim forensik serta penyidikan kepolisian.

"Bisa terungkap ada atau tidak perundungan, kita serahkan ke aparat hukum," tutur Faisal di tengah riuk-pikuk proses penggalian makam.

Kendati demikian, Faisal mengingatkan agar aparat tidak ragu menyeret siapa pun yang terbukti terlibat atau mencoba menutupi fakta sebenarnya.

Ia menekankan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk jika penyelidikan nantinya mengarah pada oknum tenaga pengajar di sekolah korban.

"Jika ada keterangan guru atau siapa pun yang terlibat, harus dituntut seadil-adilnya. Pihak lain juga harus diproses hukum," tegasnya.

Pihak keluarga bersama kuasa hukum tetap bertahan di TPU Tunggul Hitam, menunggu hasil awal pemeriksaan jenazah yang diharapkan mampu mengungkap tabir kebenaran atas wafatnya NA.

Penelusuran dan Bantahan Dinas Pendidikan Kota Padang

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang turun tangan menelusuri kabar duka dan isu perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi kelas 3 SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan.

Siswi berinisial NA (10) tersebut menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada Kamis (23/7/2026), tepat di hari ulang tahunnya, setelah sempat menderita sakit hebat pada bagian pinggang usai pulang sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mendatangi langsung SD Negeri 33 Rawang pada Senin (27/7/2026) untuk meminta klarifikasi dan mengonfirmasi kronologi kejadian kepada pihak sekolah.

Yopi menegaskan bahwa kedatangannya ke sekolah tersebut dipicu oleh maraknya informasi yang beredar luas di media sosial terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami korban.

"Sebenarnya datang ke sini, SDN 33 Rawang hari ini, karena mendapat informasi dari medsos terkait dugaan perundungan yang terjadi hingga mengakibatkan korban meninggal. Kami konfirmasi ke jajaran sekolah ini," ujar Yopi Krislova.

Dari hasil konfirmasi awal dengan jajaran pendidik dan kepala sekolah, Yopi menyebutkan bahwa pihak sekolah menegaskan korban dan rekan-rekannya menjalin hubungan pertemanan yang baik.

Berdasarkan penelusuran internal pihak sekolah, tidak ditemukan adanya indikasi atau bukti kuat yang mengarah pada tindakan perundungan fisik maupun verbal terhadap almarhumah.

"Mereka berteman dan tidak ada indikasi perundungan. Jika orang tua korban kurang puas, silakan buat laporan dan visum anaknya biar nanti tidak saling tuduh," kata Yopi memberikan saran langkah hukum.

Baca juga: Breaking News: Usut Kematian, Makam Siswi SD Korban Dugaan Bullying di Padang Dibongkar

Yopi berharap agar isu yang beredar tanpa basis data pasti ini tidak berbuntut panjang dan menjadi persoalan yang meresahkan di kemudian hari.

"Kami berharap data yang belum pasti ini menjadi persoalan di kemudian hari. Tidak ada perundungan, mereka berteman," tegas Yopi/

Dalam kesempatan itu, Yopi juga mengingatkan seluruh jajaran tenaga pendidik untuk tidak panik dan menyikapi masalah ini secara transparan sesuai dengan fakta di lapangan.

"Kita zaman terbuka dan kami kuatkan para guru maupun pihak sekolah terbuka dengan benar. Jika tidak salah, tidak usah takut," tuturnya memberi dorongan moral kepada staf pengajar.

Sebagai langkah antisipasi Dinas Pendidikan Kota Padang mengimbau seluruh satuan pendidikan di Kota Padang untuk memperketat pengawasan serta membangun ekosistem belajar yang aman bagi anak didik.

"Kami imbau seluruh pihak sekolah terkait budaya aman nyaman sekolah, dan segera buat satgas anti-bullying dan kekerasan," tegas Yopi.

Sementara itu pihak SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, membantah tuduhan mengenai adanya praktik perundungan (bullying) yang menyebabkan salah satu siswinya, berinisial NA (10), meninggal dunia.

Tanggapan dan Kondisi Internal SDN 33 Rawang

Kepala SD Negeri 33 Rawang, Siptah Hayadi, menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran internal yang dilakukan pihak sekolah, tidak ditemukan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan aksi perundungan terhadap almarhumah.

"Keterangan dari orang tua NH tidak sesuai dengan keterangan guru dan fakta di sekolah," kata Siptah saat memberikan konfirmasi pada Senin (27/7/2026).

Siptah juga mengungkapkan bahwa para guru di sekolah merasa sangat syok dan terkejut saat pertama kali mendengar kabar mengenai dugaan perundungan yang menimpa siswinya tersebut.

Meskipun diterpa isu duka dan tuduhan tersebut, pihak sekolah memastikan bahwa proses dan aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 33 Rawang tetap berjalan seperti biasa.

Guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Siptah menjelaskan bahwa pihak sekolah selama ini selalu menerapkan aturan ketat dan pengawasan intensif terhadap para murid.

Salah satu langkah antisipasi yang rutin dilakukan adalah membatasi izin keluar kelas saat jam pelajaran berlangsung, di mana murid yang meminta izin tidak boleh lebih dari satu orang secara bersamaan.

Tak hanya di dalam kelas, pengawasan ketat juga tetap dijalankan oleh jajaran guru saat jam istirahat sekolah tiba untuk memastikan keamanan seluruh siswa.

Di mata pihak sekolah dan guru-guru, almarhumah NA sendiri dikenal sebagai sosok anak yang baik serta mudah bergaul dengan kawan-kawan sekelasnya.

Kronologi Kejadian dan Temuan Medis Versi Keluarga

Pernyataan dari pihak sekolah ini berbanding terbalik dengan kronologi yang disampaikan oleh ayah korban, Wahid Al Amin, saat ditemui pada Minggu (26/7/2026).

Wahid menceritakan bahwa kecurigaan keluarga bermula ketika putrinya pulang sekolah pada Senin (20/7/2026) dalam kondisi badan yang tidak nyaman.

Keesokan harinya pada Selasa, kondisi kesehatan NA semakin memburuk secara drastis. Korban bahkan tidak mampu lagi pergi ke sekolah karena merasakan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya, khususnya di area pinggang.

Puncak kecemasan keluarga terjadi ketika rasa sakit tersebut membuat korban mengalami kesulitan bergerak dan demam tinggi. 

Keluarga sempat berencana membawa korban ke fasilitas kesehatan, namun proses evakuasi terkendala karena korban menjerit kesakitan setiap kali hendak dipindahkan.

Setelah berhasil mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, nyawa bocah kelas tiga SD tersebut tidak berhasil diselamatkan. 

NA akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di ruang perawatan rumah sakit pada Kamis, 23 Juli 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang diterima keluarga, tidak ditemukan adanya luka lebam atau tanda-tanda benturan pada bagian luar tubuh korban. 

Kendati demikian, tim medis mendeteksi adanya cedera serius pada organ bagian dalam tubuh NA.

Pemeriksaan tersebut mengungkapkan adanya pergeseran tulang pada area pinggang korban. 

Temuan inilah yang kemudian memicu dugaan kuat dari pihak keluarga bahwa cedera tersebut diakibatkan oleh kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

Wahid menduga putrinya sempat mengalami kekerasan fisik, seperti didorong atau dipukul oleh pihak lain, meskipun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bentuk insiden yang menimpa anaknya. 

Dugaan tersebut semakin diperkuat oleh pengakuan korban sebelum meninggal dunia.

“Sebelum berpulang, NA sempat memberikan informasi penting kepada keluarganya mengenai nama-nama rekan sekolah yang diduga menjadi pelaku perundungan terhadap dirinya,”ucap Wahid.

Tindakan perundungan tersebut ternyata bukan kali pertama dialami oleh korban.
Keluarga mengungkapkan bahwa NA sejatinya telah menjadi sasaran perundungan sejak duduk di bangku kelas 2 SD. 

Pihak keluarga bahkan sempat melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak sekolah, namun tindakan intimidasi diduga kembali berulang saat korban naik ke kelas 3.

Kenangan manis bersama sang buah hati kini tinggal kenangan yang menyakitkan bagi Wahid dan keluarga. 

Sebelum berpulang dan merayakan hari lahirnya, NA sempat menyampaikan keinginan sederhana kepada keluarganya untuk dibuatkan kue bolu cokelat sebagai kado ulang tahun.

Keinginan terakhir bocah perempuan tersebut kini selamanya tidak akan pernah terwujud. Kue bolu cokelat yang diimpikannya hadir bersamaan dengan kepergiannya untuk selama-lamanya menghadap Sang Pencipta.

2. Kecelakaan Mobil vs Sepeda Listrik di Jalan Sudirman Padang, Lansia 82 Tahun Meninggal Dunia

KECELAKAAN LALU LINTAS- Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Jalan Jenderal Sudirman, dekat PT Taspen, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 05.50 WIB. Kanit Laka Lantas, Polresta Padang, Iptu Zulkifli sebut satu orang dinyatakan meninggal dunia.
KECELAKAAN LALU LINTAS- Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Jalan Jenderal Sudirman, dekat PT Taspen, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 05.50 WIB. Kanit Laka Lantas, Polresta Padang, Iptu Zulkifli sebut satu orang dinyatakan meninggal dunia. (Dokumentasi/Polresta Padang)

Kecelakaan lalu lintas antara minibus Toyota Agya dan sepeda listrik Viar terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, dekat PT Taspen, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 05.50 WIB.

Pengendara sepeda listrik Viar, Sawir (82), sempat tak sadarkan diri akibat mengalami cedera kepala berat dan luka terbuka pada kaki kiri yang hampir putus.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli, membenarkan terkait kecelakaan tersebut.

Baca juga: Truk Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Bonjol Pasaman, Polisi: Dua Orang Luka-Luka

Kata dia, kecelakaan bermula saat Minibus Toyota Agya BA 1156 YAA yang dikemudikan inisial HN (26) datang dari arah selatan menuju utara atau dari Simpang BI menuju Simpang Ujung Gurun.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil tersebut tertabrak sepeda listrik Viar yang dikendarai oleh Sawir.

"Sepeda listrik ini datang dari arah utara, kemudian berbelok ke kanan menuju arah barat atau dari Simpang Ujung Gurun menuju PT Taspen," sebutnya.

Akibat kecelakaan itu, Sawir mengalami cedera kepala berat, tidak sadarkan diri, serta luka terbuka pada kaki kiri hingga hampir putus.

Baca juga: Mobil Gran Max Hilang Kendali Tabrak Warung Usai Dihantam Truk dari Belakang, 1 Orang Meninggal

"Korban kemudian dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang dan dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, korban meninggal dunia tercatat satu orang, sementara tidak ada korban luka berat maupun luka ringan.

Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp5 juta.

"Untuk kerugian kecelakaan, ditaksir mencapai Rp5.000.0000. Olah TKP juga sudah selesai dilakukan," tambahnya.(*)

3. Hujan Deras Terjang Padang, BPBD Evakuasi Warga di 15 Titik Banjir

BANJIR MENGGENANGI JALAN- Penampakan banjir di Simpang Empat Lampu Merah Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (3/8/2026) sore. Banyak kendaraan yang mogok, beberapa masyarakat ikut membantu mendorong.
BANJIR MENGGENANGI JALAN- Penampakan banjir di Simpang Empat Lampu Merah Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (3/8/2026) sore. Banyak kendaraan yang mogok, beberapa masyarakat ikut membantu mendorong. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Senin (3/8/2026) pagi hingga sore hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pemukiman warga.

Dampak dari cuaca ekstrem tersebut memaksa tim gabungan untuk bergerak cepat mendatangi lokasi-lokasi terdampak guna menyelamatkan warga yang terjebak genangan air.

Baca juga: Banjir Genangi Badan Jalan di Simpang Alai Padang, Banyak Kendaraan Mogok di Tengah Jalan

Curah Hujan Tinggi Guyur Padang

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Sekban BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, membenarkan bahwa personel di lapangan saat ini tengah fokus melakukan penanganan darurat dan penyelamatan.

Menurut Ilham, proses evakuasi terhadap para korban banjir terus berjalan seiring dengan pendataan jumlah warga yang terdampak di berbagai wilayah.

"Akibat curah hujan yang tinggi dari pagi hingga sore ini, tim sedang evakuasi korban. Kita terus mendata kondisi di lapangan," ujar Ilham Wahab.

BPBD Sumbar Kerahkan 4 Perahu Karet

Untuk menunjang pergerakan personel di wilayah yang terisolasi luapan air, pihak BPBD telah menyiagakan serta menurunkan sejumlah armada pendukung keselamatan.

Ilham menyebutkan bahwa setidaknya empat unit perahu telah disiapkan dan diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi banjir yang membutuhkan penanganan cepat.

Selain mengerahkan armada perahu, BPBD Sumbar juga meningkatkan sinergi dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait serta unsur masyarakat setempat.

Langkah sinergis ini diambil guna memastikan proses pendistribusian bantuan dan penjangkauan warga dapat berjalan lancar di tengah keterbatasan.

Mengingat kondisi cuaca yang belum menentu, pihak BPBD Sumbar turut memberikan peringatan penting kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Padang.

Baca juga: Tim SAR Kerahkan Petugas untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Perumahan Wahana Kuranji Padang

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rawan genangan dan bantaran sungai.

Daftar 15 Titik Lokasi Banjir di Kota Padang

Berdasarkan data terkini dari lapangan, tercatat sebanyak 15 titik lokasi banjir tersebar di wilayah Kota Padang dengan status penanganan yang bervariasi:

Lokasi yang Sedang Dalam Proses Evakuasi:

1. Lubuk Minturun — Tim sedang melakukan evakuasi warga.
2. Sungai Lareh — Tim sedang melakukan evakuasi warga.
3. RT 01 RW 01 Pasa Lalang Kuranji — Tim sedang melakukan evakuasi warga.
4. RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kuranji — Tim sedang melakukan evakuasi warga.
5. Gunuang Sariak — Tim sedang melakukan evakuasi warga.

Lokasi yang Belum Dievakuasi / Menunggu Petugas:

6. Perumahan Abi Lumin
7. Lubuk Timpuruang Guo
8. Komplek Wahana II Kuranji
9. Belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah
10. Belakang RSUD Rasyidin Aia Pacah
11. SDIT Alam AR Royan Bypass Pegambiran
12. SMP 27 Sungai Sapih (Belakang Kantor Balaikota)
13. RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji
14. Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji
15. Jalan Usang Sungai Sapiah Simp. Perum. Taman Asri III

4. Banjir Padang Capai 2 Meter, Basarnas Evakuasi Warga dan Anak Sekolah di Tiga Kecamatan

BANJIR-Petugas Basarnas Padang bersama tim gabungan mengevakuasi warga, termasuk anak-anak sekolah, menggunakan perahu karet di kawasan terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026). Banjir akibat hujan berintensitas tinggi merendam 15 titik dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 2 meter.
BANJIR-Petugas Basarnas Padang bersama tim gabungan mengevakuasi warga, termasuk anak-anak sekolah, menggunakan perahu karet di kawasan terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026). Banjir akibat hujan berintensitas tinggi merendam 15 titik dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 2 meter. (BASARNAS PADANG)

Tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Senin (3/8/2026) malam. 

Banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi sejak pagi merendam sedikitnya 15 titik di Kota Padang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai dua meter di sejumlah lokasi.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya mulai melakukan evakuasi sejak pukul 13.00 WIB dan hingga kini operasi penyelamatan masih terus berlangsung.

Baca juga: Banjir Rendam Nanggalo Padang, Warga Kurao Pagang Desak Evakuasi Cepat

Ia menyebut, tiga kecamatan yang menjadi fokus evakuasi adalah Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Koto Tangah.

"Debit air terus meningkat sehingga kami langsung melaksanakan evakuasi terhadap warga terdampak, termasuk anak-anak sekolah. Operasi dimulai pukul 13.00 WIB dan sampai saat ini masih berlangsung," kata Abdul Malik kepada TribunPadang, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, tingginya genangan air membuat banyak warga tidak dapat keluar dari rumah sehingga membutuhkan bantuan tim penyelamat.

"Saat ini ketinggian banjir berkisar antara 50 sentimeter hingga dua meter. Kami masih terus melakukan evakuasi terhadap warga yang sangat membutuhkan pertolongan," ujarnya.

BANJIR-Tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Senin (3/8/2026) malam.
BANJIR-Tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Senin (3/8/2026) malam. (BASARNAS PADANG)

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, menyebut Kota Padang menjadi daerah yang mengalami dampak banjir paling parah dibandingkan wilayah lain di Sumatera Barat.

Akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi, sedikitnya 15 titik di Kota Padang terendam banjir dan tim gabungan masih melakukan penyelamatan warga di berbagai lokasi.

"Akibat intensitas curah hujan yang tinggi mulai dari tadi pagi sampai saat ini masih hujan, terdapat beberapa kejadian banjir di beberapa kabupaten dan kota. Yang paling parah saat ini adalah di Kota Padang. Ada 15 titik banjir yang saat ini terendam. Tim gabungan sedang melakukan upaya evakuasi masyarakat yang terjebak banjir," kata Ilham.

Selain Kota Padang, banjir juga terjadi di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Sementara di Kota Pariaman dilaporkan terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan data BPBD Sumbar, lokasi yang masih dilakukan evakuasi di Kota Padang antara lain Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kuranji, dan Gunuang Sariak.

Baca juga: BPBD Sumbar Ungkap 15 Titik Banjir di Kota Padang, Tim Gabungan Masih Fokus Evakuasi Warga

Sementara itu, sejumlah titik lain yang masih menunggu proses evakuasi di antaranya Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD Rasyidin Aia Pacah, SDIT Alam AR Royan Bypass Pegambiran.

SMP Negeri 27 Sungai Sapih belakang Kantor Balai Kota, RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji, hingga Jalan Usang Sungai Sapiah Simpang Perumahan Taman Asri III.

BPBD Sumbar saat ini masih memprioritaskan penyelamatan warga. Pendataan jumlah korban maupun lokasi pengungsian masih terus dilakukan.

Dalam penanganan bencana ini, BPBD Sumbar mengerahkan 20 personel serta empat unit perahu karet. Dua unit telah diberangkatkan ke lokasi terdampak, sedangkan dua unit lainnya masih disiapkan.

Tim juga mendapat dukungan dari Satpol PP, Basarnas, serta BPBD kabupaten dan kota lain yang tidak terdampak banjir.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan karena berdasarkan informasi BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan lereng perbukitan diminta mewaspadai potensi banjir susulan dan longsor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.