TRIBUNMATARAMAN.COM – Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan saat pertunjukan jaranan viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pemain jaranan yang diduga sedang mengalami kesurupan tampak mendekati seorang pengendara motor yang melintas di sekitar lokasi pertunjukan.
Tak berselang lama, pemain jaranan tersebut terlihat memukul sepeda motor pengendara menggunakan properti kuda lumping yang dibawanya. Aksi mendadak itu membuat pengendara terkejut dan langsung menghentikan kendaraannya.
Situasi kemudian berubah tegang ketika pengendara yang tidak terima motornya dipukul meluapkan emosinya. Dalam video terlihat pengendara mendorong pemain jaranan yang sempat memeluknya hingga terjatuh ke tanah.
Motor yang dikendarai pria tersebut juga tampak terjatuh di tengah kerumunan warga yang menyaksikan pertunjukan.
Baca juga: Kisah Sopir Truk Tulungagung Korban Kebakaran KMP Mutiara, Sempat Tersenyum Saat Lompat ke Laut
Di tengah kericuhan yang terjadi, sejumlah penonton terdengar berusaha menenangkan pengendara agar tidak terpancing emosi.
"Ra usah nesu, ra usah nesu."
"Ra usah nesu pak e."
Beberapa orang kemudian mencoba melerai dan mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Tak lama kemudian, sejumlah anggota kelompok jaranan terlihat menghampiri pengendara dan berusaha memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Seorang wanita yang diduga bagian dari rombongan kesenian juga terdengar menyampaikan permohonan maaf kepada pengendara atas insiden yang terjadi.
"Ngapunten nggih ya wis, ngapunten," ucap wanita tersebut dalam video.
Warganet Terbelah, Ada yang Minta Diproses Hukum
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu langsung menuai beragam komentar dari warganet.
Sebagian besar pengguna media sosial menilai kemarahan pengendara merupakan reaksi yang wajar karena kendaraannya dipukul secara tiba-tiba saat melintas.
"Kui wong tuekkk lo blokkkk. Lewat di kepruk kon raoleh nesu. Ya ampun nemennnn tenan sing muni kui," tulis salah satu akun.
"Kok iso ilo ibu ibu muni orasah nesu. Opo njaluk dikepruk sing muni ojo nesu kui," komentar warganet lainnya.
"ORA USAH NESUU ORA USAH NESUUU !!! ora nesu matamu kui cangkemu kui..penakmen ngmg ngapunten...coro ak dadi bpke kui ora trimo tk pancal pisan kui pemaine...jelas kesenian gk genah kui," tulis akun lainnya.
Selain itu, sejumlah warganet menilai tindakan tersebut sudah masuk ranah hukum dan meminta korban melaporkannya kepada pihak berwenang.
"Laporkan Ojo srpenak e mukul orng Saiki Negoro hukum."
"Sgera visum,lapor resmi,,tuntut pasal berlapis 354 &466 KUHP... jika ngajak damai mintai konpensasi 500 juta...jngan lupa tuntut juga panitianya...jika ada pengurusnya...mantebb kan.."
"Kriminal berkedok kesenian,Endi enek ndadi kesurupan ngepruk i wong liwat.seng ngono kui mbok Ndak usah dilestarikan,luwih apik ndelok jaranan tradisional kae lho."
"Mumpung iki enek vidio buktine ndang budal polres gawe laporan... Minimal oleh dana kompensasi lek gak lebokne sel wae."
"Masuk nya pasal penganiayaan," tulis sejumlah warganet.
Belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara pertunjukan jaranan maupun aparat kepolisian terkait insiden yang memicu perdebatan di media sosial itu.
(Dewi Larasati/tribunmataraman.com)