TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Pemkab Situbondo meraih empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
Dari empat penghargaan tersebut, dua di antaranya diberikan kepada Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Penghargaan lainnya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo atas implementasi program dan dokumen perencanaan kependudukan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, Imam Hidayat, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
"Pada saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), kami mendapatkan empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia terkait inovasi program unggulan dalam mendukung dan berkomitmen melaksanakan program nasional," ujar Imam, Selasa (4/8/2026).
Menurut Imam, penghargaan tersebut berkaitan dengan sejumlah program nasional, di antaranya Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Baca juga: Dilaporkan Hilang, Nelayan asal Jangkar Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia
Program Tamasya bertujuan memastikan anak tetap mendapatkan pengasuhan yang baik meski kedua orang tuanya bekerja.
"Meski orang tua bekerja, anak tetap bisa memperoleh pengasuhan yang mendukung tumbuh kembangnya," katanya.
Sementara itu, melalui GATI, pemerintah mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, sehingga tanggung jawab mendidik dan membesarkan anak tidak hanya dibebankan kepada ibu.
"Misalnya mengantar dan mendampingi anak saat pengambilan rapor di sekolah," jelas Imam.
Baca juga: Hutan 4 Hektare di Jalur Arak-Arak Situbondo Terbakar, Pemadaman Dilakukan Manual
Program lainnya, SIDAYA, difokuskan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat di tengah keluarga maupun lingkungan sosial.
Sedangkan GENTING diarahkan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi berbagai pihak. Imam juga menyebut capaian program Metode Operasi Wanita (MOW) di Situbondo telah melampaui target.
"Yang terakhir program GENTING agar angka stunting bisa menurun. Selain itu, capaian MOW juga sudah lebih dari seratus persen," ujarnya.
Selain penghargaan atas pelaksanaan program, Situbondo juga memperoleh apresiasi atas penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan yang menjadi grand design pembangunan kependudukan daerah periode 2025–2049.
"Penghargaannya ada empat, yakni diberikan kepada Bupati, Ketua PKK, dan Pemerintah Kabupaten Situbondo," ungkap Imam.
Baca juga: Sambut Harjakasi dan HUT RI ke-81, Ratusan Warga Situbondo Ikuti Lomba Mancing di Burnik City
Untuk mempertahankan prestasi tersebut, DP3AP2KB Situbondo berkomitmen terus menghadirkan inovasi dalam bidang pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengendalian penduduk.
Imam menegaskan upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Tim Penggerak PKK.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Situbondo menyiapkan inovasi GERTAS (Gerakan Taman Sayur) yang mendorong keluarga, khususnya yang memiliki anak berisiko stunting, memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran sebagai sumber gizi.
"Insya Allah kami sudah memiliki program baru dalam menurunkan angka stunting melalui inovasi GERTAS atau Gerakan Taman Sayur," ujarnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kebutuhan gizi anak dapat lebih mudah dipenuhi dari hasil kebun keluarga.
"Kami meyakini dengan program GERTAS ini asupan gizi anak akan terpenuhi," pungkas Imam.