Karimun Alami Deflasi 0,12 Persen pada Juli, Inflasi Tahunan 2,95 Persen
Septyan Mulia Rohman August 04, 2026 02:07 PM


TRIBUNBATAM.id, KARIMUN
– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun mencatat Kabupaten Karimun mengalami deflasi sebesar 0,12 persen pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. 

Meski terjadi deflasi secara bulanan, tingkat inflasi tahunan di Kabupaten Karimun masih berada di angka 2,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,55.

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono mengatakan deflasi pada Juli 2026 menunjukkan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas dibandingkan Juni 2026.

"Pada Juli 2026 Kabupaten Karimun mengalami deflasi sebesar 0,12 persen. Namun jika dibandingkan Juli tahun lalu, masih terjadi inflasi sebesar 2,95 persen dengan IHK mencapai 109,55," ujar Lulus Haryono Selasa (4/8/2026) 

Ia menjelaskan, seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau juga mengalami deflasi pada Juli 2026.

Kota Batam mencatat deflasi terdalam sebesar 0,26 persen, disusul Tanjungpinang sebesar 0,13 persen, sedangkan Karimun sebesar 0,12 persen.

Meski demikian, inflasi tahunan Kabupaten Karimun menjadi yang terendah di Provinsi Kepulauan Riau.

Inflasi tahunan Batam tercatat sebesar 4,33 persen, Tanjungpinang 4,62 persen, Kepri 4,24 persen, sedangkan nasional sebesar 2,88 persen.

Menurut Lulus, penurunan harga pada Juli dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas seperti sawi hijau, cabai merah, emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tarif angkutan laut.

Di sisi lain, masih ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya udang basah, tomat, sampo, ikan kembung, bawang putih, dan sotong segar.

"Secara umum harga di Karimun masih terkendali. Ada komoditas yang turun sehingga menyebabkan deflasi bulanan, namun secara tahunan inflasi tetap berada pada level yang relatif stabil," katanya.

Lulus Haryono menambahkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan kenaikan sebesar 3,66 persen dan memberikan andil 1,37 persen terhadap inflasi.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 4,05 persen, pakaian dan alas kaki 4,49 persen, transportasi 2,81 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,83 persen.

BPS juga mencatat inflasi tahun kalender Kabupaten Karimun hingga Juli 2026 mencapai 0,22 persen.

Menurut Lulus, kondisi inflasi yang masih terkendali diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi daerah pada semester kedua tahun 2026.

Sementara itu Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyambut positif data tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. 

"Alhamdulillah Karimun cukup mampu mengendalikan Inflasi bulan Juli 2026. Kita paling terendah dari Kota Batam dan Tanjungpinang serta Kepri," ujarnya.

Menurut Iskandarsyah, pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergitas yang baik antar seluruh pihak.

Terutama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun.

"Terima kasih untuk OPD terutama yg terkait dengan tim TPID Kabupaten Karimun," tutupnya. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.