Universitas Yudharta Pasuruan Latih Santriwati Ponpes Ngalah Buat Sabun Serai dan Promosi Pakai AI
Rendy Nicko Ramandha August 04, 2026 12:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Universitas Yudharta Pasuruan menggandeng mahasiswa Program Studi Teknik Industri untuk melatih santri Pondok Pesantren Ngalah membuat sabun herbal sekaligus memasarkannya secara digital. 

Workshop digelar di Asrama O Pondok Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi dan keterampilan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.

Baca juga: Situbondo Raih Empat Penghargaan Inovasi Nasional, Perkuat Program Keluarga dan Percepatan Stunting

Program tersebut menargetkan santri Pondok Pesantren Ngalah melalui penguatan keterampilan produksi dan pemasaran produk berbasis potensi lokal. Adapun luaran utama program ini adalah terciptanya produk sabun herbal natural berbasis serai wangi yang memiliki nilai jual dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan technopreneurship di lingkungan pesantren.

Program pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Khoirotul Mursyidah, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Teknik Industri bersama tim dosen lintas disiplin, yakni Ahmad Zulham Fahamsyah Havy dan Aminatuz Zuhriyah, S.S., M.Pd. dari Program Studi Teknik Informatika.

Kolaborasi lintas program studi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menggabungkan aspek manajerial, teknologi digital, dan inovasi guna mendorong kreativitas, daya saing, serta jiwa technopreneurship para santri.

Produksi Sabun Herbal Berbasis Serai Wangi

Pada sesi awal, peserta mendapat materi manfaat serai wangi sebagai bahan alami yang mengandung antibakteri dan beraroma khas untuk produk perawatan tubuh.

Baca juga: Tawuran Remaja di Tengah Kerumunan Pengunjung Sound Horeg di Pasuruan, Sejumlah Orang Tergeletak

Selanjutnya santri praktik langsung membuat sabun herbal natural. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, mereka mempelajari tahap persiapan bahan baku, pencampuran, penambahan ekstrak serai wangi, hingga pencetakan sabun.

"Setiap peserta diberi kesempatan mencoba seluruh tahapan agar mampu memahami proses produksi secara mandiri," ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Yudharta Pasuruan.

Belajar Desain Kemasan dan Fotografi Produk

Pelatihan berlanjut ke packaging. Santri dikenalkan pentingnya kemasan sebagai identitas produk dan peningkat daya tarik konsumen. Mereka praktik membuat kemasan dari kertas ramah lingkungan sesuai konsep sabun herbal.

Materi berikutnya teknik fotografi produk menggunakan ponsel. Peserta belajar pengambilan gambar, pencahayaan, komposisi, dan pemilihan background. Foto hasil jepretan kemudian diedit dengan aplikasi sederhana agar tampil profesional sebelum diunggah.

Pemanfaatan AI untuk Promosi Digital

Yang membedakan workshop ini adalah pengenalan Artificial Intelligence untuk pemasaran. Santri diajarkan memanfaatkan aplikasi AI untuk membuat deskripsi produk, caption media sosial, kata-kata promosi, hingga narasi pemasaran.

"Produk yang bagus harus didukung promosi yang menarik. Saat ini teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM maupun santri membuat konten pemasaran lebih profesional sehingga menjangkau pasar lebih luas," jelas ketua tim.

Antusiasme peserta tinggi. Para santri aktif berdiskusi dan bertukar ide soal desain kemasan serta konsep promosi.

"Pelatihan ini membuat saya tahu caranya membuat sabun dan cara membuat iklan yang baik untuk dipromosikan," kata salah satu santri peserta.

Wujudkan Technopreneur di Pesantren

Menurut Universitas Yudharta, kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan upaya menumbuhkan jiwa technopreneurship di lingkungan pesantren.

Dengan bekal keterampilan produksi, desain kemasan, fotografi, hingga pemasaran berbasis AI, santri diharapkan mampu menciptakan produk berdaya saing dan membuka usaha mandiri.

"Kami ingin santri tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memahami nilai jual dan cara memasarkannya secara profesional melalui media digital," ujarnya.

Universitas Yudharta Pasuruan berkomitmen melanjutkan program pengabdian yang berdampak nyata. Sinergi perguruan tinggi dan pesantren dinilai strategis untuk melahirkan SDM produktif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Pendaki Hilang Kontak di Gunung Piramid Bondowoso 

Luaran tersebut diharapkan dapat memperluas diseminasi hasil pengabdian sekaligus menjadi referensi bagi masyarakat dan institusi lain dalam mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal dan teknologi digital.

(TribunJatimTimur.com/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.