Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang dibiayai APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026 akhirnya dipastikan mulai bergulir pada pertengahan Agustus mendatang.
Saat ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) masih menuntaskan proses pengadaan barang dan jasa sebelum pekerjaan fisik dimulai sehingga masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat pembangunan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan seluruh tahapan kini berjalan sesuai rencana. Ia optimistis pelaksanaan proyek pembangunan tidak akan meleset dari jadwal dan dapat dimulai dalam dua pekan ke depan.
"Ini sedang berproses, paling dua minggu lagi mulai, tepatnya di pertengahan bulan Agustus 2026," kata Asep Surya Atmaja, Selasa (4/8/2026).
Saat ditanya apakah jadwal tersebut sudah pasti, Asep menegaskan pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai sesuai rencana.
"Insyaallah fix," ujarnya.
Asep menjelaskan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) menjadi salah satu perangkat daerah yang lebih dulu bergerak. Sementara OPD lainnya akan memulai pekerjaan secara bertahap pada pertengahan Agustus.
"Kalau DCKTR sudah lebih dulu, yang lainnya di pertengahan bulan Agustus. Enggak lama lagi," ucapnya.
Menurut dia, saat ini fokus seluruh OPD adalah menyelesaikan proses pengadaan barang dan jasa sebagai tahapan akhir sebelum pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
"Tahapannya sekarang pengadaan barang dan jasa. Enggak lama lagi dah," imbuhnya.
Percepatan pembangunan tersebut, kata Asep, juga menjadi upaya untuk mengejar target realisasi program pada sisa tahun anggaran 2026 setelah sebelumnya pelaksanaan sejumlah proyek mengalami keterlambatan.
Ia berharap seluruh proses pengadaan dapat rampung sesuai jadwal sehingga tidak ada lagi kendala yang menghambat pelaksanaan pembangunan.
"Harapannya setelah dimulainya pelaksanaan kegiatan pembangunan pada pekerjaan fisik di pertengahan Agustus, realisasi pembangunan di berbagai sektor dapat meningkat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron menyambut baik rencana dimulainya proyek pembangunan tersebut. Menurutnya, percepatan realisasi pembangunan menjadi hal yang dinantikan masyarakat setelah sempat mengalami keterlambatan.
"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana seluruh kegiatan pembangunan bisa segera berjalan, selesai tepat waktu, tepat mutu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Ade.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan percepatan pembangunan harus dibarengi dengan penyerapan anggaran yang optimal agar tidak terjadi sisa anggaran besar pada akhir tahun.
Oleh karena itu, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memantau progres pelaksanaan proyek di setiap perangkat daerah sesuai aturan sehingga seluruh program prioritas dapat terealisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan. (MAZ)