Tatap el Clasico Nanti Sore, Penyerang 17 Tahun Persib Rafi Rasyiq Asah Ketenangan dan Mental
Ravianto August 04, 2026 11:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, GIANYAR - Laga semifinal Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persija Jakarta tidak hanya menjadi panggung adu gengsi dua tim raksasa Indonesia. Bagi penyerang muda Maung Bandung, Rafi Rasyiq (17), laga bertensi tinggi ini menjadi kesempatan emas untuk menguji kematangan mental di level tertinggi.

Duel sengit tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) pukul 15.30 WIB.

Pemain jebolan Akademi Persib U-18 itu menegaskan, menghadapi tim sekelas Persija bukan sekadar soal berburu kemenangan, melainkan ajang memperkaya pengalaman serta mengukur sejauh mana perkembangan fisik, teknik, dan mental bertandingnya.

"Pertandingan yang penting buat terus mengukur kemampuan fisik, teknik dan mental. Karena yang terpenting, bisa terus berkontribusi dan berkembang lebih baik," ungkap Rafi Rasyiq, Senin (3/8/2026).

Terbiasa Laga Away Sejak di Akademi

Tampil di luar Bandung usai menempuh perjalanan jauh ke Bali juga diakui Rafi bukan menjadi kendala berarti.

Baca juga: Persib vs Persija di Semifinal Piala Presiden 2026 Nanti Sore, Mariano Peralta Belum Siap Main Full

Pengalamannya saat membela Persib di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang menerapkan format laga tandang menjadi modal berharga untuk cepat beradaptasi.

"Kalau lokasi, Rafi pernah bertanding di EPA yang main home and away, jadi pernah bertanding setelah melalui perjalanan panjang. Semoga ada yang bisa diambil dari pengalaman itu," tuturnya di situs resmi Persib.

Kepercayaan pelatih Igor Tolić kepada pemain muda sejauh ini terbayar cukup manis.

Sepanjang babak penyisihan Grup A, Rafi mendapat kesempatan tampil di seluruh tiga pertandingan—dua kali dipercaya sebagai starter dan sekali masuk dari bangku cadangan.

Soroti Aspek Ketenangan dan Minta Bimbingan Senior

Meski mendapatkan jam terbang berharga, pemuda berusia 17 tahun ini tidak cepat puas.

Rafi mengaku terus mengevaluasi penampilannya agar bisa tampil lebih tenang dan tidak terburu-buru saat mengambil keputusan di area pertahanan lawan.

Untuk mengasah kemampuannya tersebut, Rafi tak ragu untuk berdiskusi serta menyerap ilmu dari tim pelatih maupun para pemain senior di skuad Maung Bandung.

"Mungkin, Rafi harus lebih tenang lagi dalam mengambil keputusan. Rafi juga bakal pelajari lagi permainan sebelumnya dan diskusikan lagi buat dapat masukan juga dari pelatih dan pemain-pemain senior," kata Rafi menuntaskan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.