Tribunlampung.co.id. Jembrana – Dua orang tewas dalam kecelakaan maut di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin 3 Agustus 2026 pagi.
Baca Juga: Detik-detik Mobil Feroza Terjun ke Jurang di Pekalongan, Balita Tewas 6 Luka-luka
Kecelakaan melibatkan mobil Toyota Calya putih bernomor polisi P 1443 YE dengan bus Mansion bernomor polisi DK 7626 AI.
Dua orang dalam mobil tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Korban tewas yakni sopir mobil, Ahmad Imron, serta penumpangnya, Zaenal Muttaqin, yang berprofesi sebagai guru asal Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur.
Benturan keras mengakibatkan bagian depan Toyota Calya ringsek parah hingga kabin depan.
Diketahui peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.20 WITA di Kilometer 123-124 Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat Mbah Temon, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, tabrakan terjadi di jalur yang dilalui bus.
Akibat benturan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, terutama Toyota Calya yang ringsek di bagian depan hingga kabin.
Hingga kinii, Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap penyebab kecelakaan.
Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel, mengatakan dua orang yang berada di dalam mobil Toyota Calya meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Dua orang meninggal dunia di TKP. Saat ini kronologi lengkapnya masih didalami petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana," papar Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Menurut AKP Kukuh, proses penyelidikan masih berlangsung karena minimnya saksi di lokasi serta tidak adanya kamera pengawas (CCTV) yang merekam detik-detik kecelakaan.
Keterangan sementara yang diperoleh penyidik dari awak bus menyebutkan mobil Toyota Calya diduga sempat bergerak ke kanan sebelum bertabrakan dengan bus yang datang dari arah berlawanan.
Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui penyelidikan lebih lanjut.
Akibat benturan tersebut, Toyota Calya mengalami kerusakan berat pada bagian depan hingga kabin, serta kedua ban depan pecah.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Sementara itu, bus Mansion mengalami kerusakan pada bemper depan kanan, kaca depan pecah, serta pintu kanan ringsek dengan nilai kerugian material ditaksir sekitar Rp20 juta.
"Petugas Satlantas Polres Jembrana saat ini masih melakukan penanganan," tandasnya.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut yang merenggut nyawa dua orang tersebut.
Hingga penyelidikan selesai, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur Denpasar-Gilimanuk yang dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi.
Sumber: TribunJateng.com