UPDATE 62 Korban KMP Mutiara Sentosa II Dievakuasi ke Surabaya dari Masalembu
Titis Jati Permata August 04, 2026 01:32 PM

 


SURYA.co.id, SURABAYA – Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membawa kabar yang melegakan.

Hingga Selasa (4/8/2026), seluruh korban yang berhasil didata dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah teridentifikasi.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban yang hilang ataupun keluarga yang terpisah.

Basarnas memperbarui jumlah korban menjadi 238 orang, bertambah setelah pendataan menemukan satu korban anak yang sebelumnya belum tercatat.

Data Korban Bertambah

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan pembaruan data dilakukan setelah proses verifikasi korban di lapangan.

Baca juga: Senyum Terakhir Sopir Truk Korban KMP Mutiara Sentosa II, Ajakan Lompat Ditolak

"Dari pembaruan terakhir, terdapat tambahan satu korban anak. Dengan demikian, total korban yang berhasil didata menjadi 238 orang. Saat ini sebanyak 62 korban sedang dievakuasi dari Pulau Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembu," ujar Syafii di Terminal GSN Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kapal yang membawa para korban kini berada sekitar 54 nautical mile dari Surabaya.

Operasi Akan Ditutup Setelah Data Dipastikan Valid

Setibanya di Surabaya, seluruh data korban akan dicocokkan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pihak operator kapal.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah terdata sebelum operasi SAR resmi dihentikan.

"Seluruh data korban akan kami cocokkan dengan KSOP dan pemilik kapal. Jika seluruh data telah sesuai dan tidak ada laporan korban yang belum ditemukan, maka operasi pencarian akan kami akhiri," jelasnya.

KN Permadi Masih Lakukan Penyisiran

Meski proses evakuasi memasuki tahap akhir, Basarnas belum sepenuhnya menghentikan operasi di lokasi kejadian.

Kapal SAR KN Permadi masih disiagakan di sekitar lokasi kebakaran untuk melakukan penyisiran apabila ditemukan indikasi adanya korban atau kondisi lain yang memerlukan tindakan evakuasi.

"KN Permadi masih melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi. Apabila ditemukan tanda-tanda yang membutuhkan penanganan, kami akan segera menindaklanjutinya," kata Syafii.

Jarak dan Ombak Jadi Tantangan Evakuasi

Syafii mengungkapkan, proses penyelamatan menghadapi tantangan besar karena lokasi kebakaran berada jauh dari daratan.

Kapal SAR membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam untuk mencapai lokasi sehingga Basarnas mengerahkan seluruh potensi SAR yang berada paling dekat dengan titik kejadian.

"Untuk mencapai lokasi, unsur Basarnas membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam. Karena itu, kapal-kapal sipil yang berada lebih dekat menjadi pihak pertama yang melakukan penyelamatan, kemudian disusul unsur SAR dan TNI," ujarnya.

Selain jarak, kondisi gelombang di perairan juga membuat pelayaran menuju Surabaya berlangsung lebih lambat dari perkiraan awal.

"Semula kami memperkirakan kapal tiba sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Namun karena kondisi ombak dan demi mengutamakan keselamatan para korban, diperkirakan kapal baru tiba sekitar pukul 14.00 WIB," jelasnya.

Belum Ada Laporan Korban Hilang

Hingga Selasa siang, Basarnas menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai adanya korban yang masih hilang maupun keluarga yang terpisah dari rombongan.

"Sampai saat ini, alhamdulillah belum ada laporan resmi mengenai korban hilang ataupun keluarga yang terpisah. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi masih dapat kami konfirmasi identitas dan keterkaitan datanya," pungkas Syafii.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.