Tunawisma Diminta Keluar dari Bus di Kampung Melayu, Transjakarta Minta Maaf
Joseph Wesly August 04, 2026 01:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- PT Transjakarta menyampaikan permohonan maaf setelah video seorang tunawisma diminta turun dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026).

Insiden itu bermula setelah petugas menerima laporan dari penumpang lain yang mengeluhkan bau badan pria lanjut usia tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanan selama perjalanan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

"Menanggapi video yang beredar di media sosial, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan," kata Ayu dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Petugas Tindak Lanjuti Laporan Penumpang

Ayu menjelaskan, petugas di lapangan bertindak setelah menerima laporan mengenai bau menyengat yang berasal dari pria tersebut. Setelah dilakukan pendekatan, pria itu akhirnya diminta turun dari bus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pria tersebut merupakan seorang tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, Transjakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar yang bersangkutan memperoleh penanganan dan bantuan yang sesuai.

"Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi, karena bau yang sangat menyengat. Pendekatan kepada pelanggan yang bersangkutan telah kami lakukan hingga akhirnya turun dari bus. Dari informasi yang kami dapatkan, pelanggan tersebut adalah tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial tentang keberadaan pelanggan, agar mendapatkan penanganan dan bantuan yang tepat," ujarnya.

SOP dan Pelayanan Dievaluasi

Transjakarta menyatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi internal. Perusahaan berkomitmen memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) sekaligus meningkatkan sensitivitas petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami. Transjakarta berkomitmen untuk terus memperbaiki SOP serta melatih sensitivitas petugas, agar pelayanan kami tidak hanya menjaga kenyamanan publik, tetapi juga selalu mengedepankan rasa kemanusiaan," tutur Ayu.

Transjakarta juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dari masyarakat dan menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.