Cegah Fatherless, Pemkab Muara Enim Ajak Ayah Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak
Odi Aria August 04, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Tahun 2026 di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran dan keterlibatan aktif ayah maupun calon ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja dan praremaja untuk mewujudkan generasi yang berkualitas.

Acara dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Muara Enim, Drs H Andi Wijaya MM, mewakili Bupati Muara Enim.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta 100 peserta yang terdiri dari ayah dan calon ayah.

Dalam sambutannya, Andi Wijaya mengatakan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026, yakni "Ayah Wajib Hadir", menjadi pengingat penting bahwa kehadiran seorang ayah tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional sebagai teladan, pelindung, dan pendidik bagi anak.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah memasuki masa Bonus Demografi yang menjadi peluang besar menuju Indonesia Emas 2045.

"Jendela peluang ini tidak akan terbuka selamanya. Saat ini kita sedang berada pada fase yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045," ujar Andi.

Namun, ia mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

Andi menjelaskan, sesuai arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, peningkatan kualitas SDM harus dibangun melalui tiga pilar utama pembangunan keluarga.

Pilar pertama adalah kesehatan dengan memastikan anak mendapatkan gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah stunting.

Kedua, penguatan pendidikan karakter agar anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, kreatif, adaptif, dan mampu bekerja sama.

Ketiga, memperkuat ketahanan mental dan spiritual agar anak memiliki daya tahan menghadapi tantangan zaman.

Waspadai Fenomena Fatherless
Andi menegaskan keberhasilan pembangunan SDM tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu.

Menurutnya, ayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kestabilan emosi anak.

"Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena yang disebut fatherless country, yaitu kondisi ketika ayah hadir secara fisik, tetapi tidak hadir secara psikologis dan emosional dalam kehidupan anak," katanya.

Ia menjelaskan, anak yang kehilangan figur ayah lebih rentan mengalami masalah emosional, kurang percaya diri, hingga mudah terpengaruh lingkungan negatif.

Karena itu, Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai gerakan nasional untuk mengembalikan peran strategis ayah dalam pengasuhan.

Melalui gerakan tersebut, para ayah diajak meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, mendampingi proses belajar anak, menjadi teladan, serta berbagi tanggung jawab pengasuhan bersama ibu.

"Saya mengajak seluruh ASN, TNI, Polri, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk bersama-sama mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Muara Enim, Ir Helga Nicoline Ursula STP MSc, mengatakan kegiatan ini diikuti 100 peserta yang terdiri atas ayah dan calon ayah.

Peserta berasal dari instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga siswa SMA di Kabupaten Muara Enim.

Menurut Helga, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ayah dalam pola asuh yang positif, mendorong keterlibatan ayah sejak anak usia dini hingga remaja, membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab, mencegah perilaku berisiko seperti pernikahan usia dini, serta mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.