Rekam Jejak Kombes Ferli Hidayat, Eks Kapolres Malang yang Kini Dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri
Putra Dewangga Candra Seta August 04, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Kombes Pol Ferli Hidayat kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri, sebuah jabatan strategis yang bertugas membantu pelaksanaan kedinasan serta tugas-tugas khusus Kapolri dan Wakapolri.

Pengukuhan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/1585/VII/KEP./2026 tertanggal 31 Juli 2026.

Sebelumnya, Ferli Hidayat menjabat sebagai Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim Polri. Dengan pengukuhan ini, ia resmi mengemban tanggung jawab penuh sebagai Koorspripim Polri.

Dalam surat telegram yang dikutip dari Kompas.com pada Minggu (2/8/2026), disebutkan, “Kombes Pol Ferli Hidayat SH SIK MH NRP 82091225 PS Koorspripim Polri dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri.”

Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier Ferli Hidayat yang sebelumnya pernah menjadi perhatian nasional saat menjabat sebagai Kapolres Malang.

Lahir di Palembang, Alumni Taruna Nusantara dan Akpol

Kombes Pol Ferli Hidayat, S.H., S.I.K., M.H. lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3 September 1982.

Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 2001, kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 2004.

Selain pendidikan kepolisian, Ferli juga memiliki latar belakang akademik di bidang hukum.

Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta, melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Diponegoro.

Kombinasi pendidikan kepolisian dan hukum tersebut menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan kariernya di lingkungan Polri.

Perjalanan Karier Ferli Hidayat di Polri

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat. (SURYA.CO.ID/Erwin Wicaksono)

Sepanjang kariernya, Ferli Hidayat banyak bertugas di bidang lalu lintas dan manajemen kepolisian.

Ia pernah mengemban berbagai jabatan di sejumlah satuan, antara lain:

  • Polda Daerah Istimewa Yogyakarta,
  • Akademi Kepolisian,
  • Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur,
  • Mabes Polri sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri.

Pengalaman di berbagai wilayah dan satuan tersebut kemudian mengantarkannya dipercaya menjabat sebagai Kapolres Malang pada 2022.

Nama Ferli Hidayat Mencuat Setelah Tragedi Kanjuruhan

Nama Ferli Hidayat menjadi perhatian publik setelah Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 usai pertandingan Liga 1 2022–2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 125 orang meninggal dunia dan 330 orang mengalami luka-luka.

Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 135 orang.

Menyusul evaluasi internal Polri terhadap penanganan tragedi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Ferli Hidayat dari jabatan Kapolres Malang pada 3 Oktober 2022. Ia kemudian dimutasi sebagai Perwira Menengah pada SSDM Polri.

Dari SSDM Polri hingga Menjadi Koorspripim Polri

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolres Malang, karier Ferli Hidayat terus berlanjut di lingkungan Mabes Polri.

Ia kemudian dipercaya mengisi posisi Pejabat Sementara Koorspripim Polri, sebelum akhirnya dikukuhkan secara resmi sebagai Koorspripim Polri pada 31 Juli 2026.

Jabatan Koorspripim memiliki peran penting karena bertanggung jawab mengoordinasikan staf pribadi pimpinan Polri serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas strategis Kapolri dan Wakapolri.

Pengukuhan tersebut menunjukkan bahwa Ferli Hidayat kini kembali menempati posisi penting di tingkat pusat dalam struktur organisasi Polri.

Pengukuhan Kombes Pol Ferli Hidayat sebagai Koorspripim Polri menjadi penanda penting dalam perjalanan kariernya.

Setelah sempat menjadi figur yang dikaitkan dengan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia, ia kini dipercaya menduduki jabatan strategis di Mabes Polri.

Dari sudut pandang kelembagaan, penunjukan ini menunjukkan bahwa pengalaman panjang Ferli di bidang operasional, lalu lintas, dan manajemen kepolisian masih dianggap relevan untuk mendukung tugas-tugas pimpinan Polri.

Di sisi lain, publik kemungkinan tetap akan mengaitkan namanya dengan Tragedi Kanjuruhan, sehingga jabatan baru ini berpotensi menjadi momentum bagi Ferli Hidayat untuk membangun kembali citra profesionalnya melalui kinerja di tingkat nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.