Pasokan BBM Aman, Ternyata Ini Penyebab Antrean Panjang di SPBU Kaimana
Hans Arnold Kapisa August 04, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Antrean kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) terlihat hampir setiap hari di depan SPBU Senja Indah Persada Kaimana Papua Barat.

Pantauan TribunPapuabarat.com, Selasa (4/8/2026), antrean kendaraan mulai terlihat sejak pukul 06.30 WIT. Kendaraan meluber di ruas kiri Jalan Utarum Krooy sekitar 500 meter.

Informasi yang dihimpun, para pengendara rela mengantre untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite subsidi.

Pihak SPBU Senja Indah Persada Kaimana yang dikonfirmasi menegaskan bahwa atrean kendaraan justru lebih awal sebelum SPBU membuka pelayanan.

Pengawas SPBU Senja Indah Persada Kaimana, Pricillia, mengatakan SPBU mulai melayani masyarakat pukul 07.30 WIT.

Namun, antrean kendaraan sudah terbentuk jauh sebelum pengisian dimulai.

Baca juga: Warga Kaimana Harap SPBU Tidak Batasi Kuota Pertalite di Tengah Tingginya Harga Pertamax

“Kondisi ini terjadi hampir setiap hari, terutama pada pagi hari ketika sopir angkutan dan taksi membutuhkan bahan bakar untuk memulai aktivitas,” jelas Pricillia saat ditemui di area SPBU, Selasa (4/8/2026).

Menurut Pricillia, antrean bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan tingginya permintaan Pertalite subsidi.

Setiap hari SPBU menerima alokasi sekitar delapan ton Pertalite khusus untuk kendaraan.

Sementara untuk kebutuhan non-kendaraan, seperti nelayan dan masyarakat di kampung, disalurkan sekitar 13 ton sesuai jadwal.

“Untuk kendaraan dijadwalkan Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Sedangkan non-kendaraan di hari Rabu dan Sabtu, dengan maksimal 60 liter per orang,” tambahnya.

Baca juga: Antrean BBM di Fakfak Masih Normal, Pertamina Imbau Warga Tidak Panik

Selain tingginya permintaan, proses pengisian kini membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan sistem digital pemindaian barcode yang terhubung dengan data kendaraan dan riwayat pengisian BBM bersubsidi.

Sistem ini diterapkan untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

Pricillia juga menyebutkan harga Pertamax telah disesuaikan sejak 1 Agustus 2026, dari Rp16.650 menjadi Rp16.300 per liter.

Meski demikian, mayoritas masyarakat tetap memilih Pertalite subsidi, terutama sopir angkutan umum, tukang ojek, dan warga lainnya.

Pihak SPBU mengimbau masyarakat agar tertib dan sabar saat mengantre serta mematuhi ketentuan yang berlaku, sehingga seluruh kebutuhan BBM dapat terlayani dengan baik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.