TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperkuat berbagai langkah pencegahan untuk mempertahankan status sebagai kabupaten bebas rabies. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan hewan yang sehat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengatakan, status bebas rabies yang telah diraih harus dipertahankan melalui upaya yang berkelanjutan. Keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah maupun masyarakat lengah terhadap potensi munculnya kembali kasus rabies.
"Tujuannya untuk menjadikan Bangka Selatan sebagai kabupaten yang bebas rabies, yang memang sudah kita capai, tetapi kita harus mempertahankannya," ujar Era Fitrawati, Selasa (4/8).
Era Fitrawati mengungkapkan, selain mempertahankan status bebas rabies, pemerintah daerah juga terus memperluas cakupan vaksinasi terhadap hewan yang berpotensi menjadi media penularan. Sasaran vaksinasi meliputi anjing, kucing, musang, hingga kera yang dipelihara masyarakat.
Adapun rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Rabies lyssavirus yang menyerang sistem saraf pusat pada mamalia, termasuk manusia. Penyakit ini umumnya menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, namun juga dapat menyebar melalui air liur yang masuk ke luka terbuka atau mengenai selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut, serta melalui cakaran yang terkontaminasi air liur.
"Apabila mengenai atau menggigit masyarakat yang bertemu atau terkena cakarannya, maka kita akan terjangkit rabies itu dan bisa mematikan," sebutnya.
Era Fitrawati berharap, seluruh pemilik hewan peliharaan memanfaatkan berbagai layanan yang telah disediakan pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar status Kabupaten Bangka Selatan sebagai daerah bebas rabies dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
Hingga saat ini Kabupaten Bangka Selatan masih dinyatakan sebagai kabupaten bebas rabies dan kondisi tersebut harus dijaga secara bersama-sama. "Saya harapkan masyarakat yang memelihara hewan kesayangannya bisa membawa serta ke sini dalam program ini sehingga hewan tersebut sehat dan kesehatan masyarakat juga tetap terjaga," pungkas Era Fitrawati. (u1)