Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera di Kota Gorontalo Mulai Kebanjiran Pembeli
Wawan Akuba August 04, 2026 06:59 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kota Gorontalo.

Bendera merah putih, umbul-umbul, hingga berbagai atribut kemerdekaan mulai menghiasi jalan dan permukiman warga.

Momentum tersebut membawa berkah bagi para pedagang atribut kemerdekaan, salah satunya Saldi Lamusu (54), yang mulai disibukkan dengan meningkatnya permintaan pembeli sejak memasuki pekan pertama Agustus.

Baca juga: Gorontalo Berstatus Siaga Kekeringan, BMKG Peringatkan Potensi Kemarau Agustus 2026

Di luar musim perayaan kemerdekaan, Saldi sehari-hari berjualan aksesori rumah tangga.

Namun setiap Agustus, ia beralih menjajakan bendera merah putih, umbul-umbul, slinger, topi merah putih, hingga bendera kecil untuk kendaraan.

Usaha musiman itu telah dijalaninya sejak 2019 dan menjadi tambahan penghasilan setiap menjelang Hari Kemerdekaan.

"Sehari-hari saya jual aksesori rumahan. Kalau Agustus baru jual bendera," kata Saldi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/8/2026).

Menurut Saldi, penjualan mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Jika pembeli ramai, omzet yang diperolehnya bisa mencapai Rp1 juta per hari. Sementara saat sepi, penghasilannya berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.

"Kalau ramai bisa sampai Rp1 juta sehari. Kalau sepi sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Siapkan 16 Titik Irigasi untuk Sawah Taluduyunu yang Tak Bisa Ditanami

Di lapaknya tersedia berbagai atribut kemerdekaan dengan harga yang bervariasi.

Slinger sepanjang lima meter dijual Rp25 ribu, umbul-umbul mulai Rp35 ribu hingga Rp65 ribu, sedangkan bendera merah putih dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp65 ribu, tergantung ukuran.

Selain itu, tersedia pula background merah putih ukuran empat meter seharga Rp225 ribu dan ukuran delapan meter Rp400 ribu.

Bagi pemilik kendaraan, Saldi juga menjual bendera kecil untuk kaca mobil seharga Rp5 ribu dan topi merah putih Rp25 ribu per buah.

Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga yang ingin menghias rumah, pelaku usaha, hingga instansi yang membutuhkan atribut kemerdekaan dalam jumlah lebih banyak.

Saldi optimistis penjualannya masih akan terus meningkat hingga mendekati 17 Agustus.

Berdasarkan pengalamannya, lonjakan pembeli biasanya terjadi pada pekan kedua Agustus saat masyarakat mulai memasang bendera dan menghias lingkungan.

Salah seorang pembeli, Rendi, mengaku sengaja membeli bendera baru karena bendera lama sudah tidak layak digunakan.

"Karena lama saya tidak jaga cabut akhirnya saya ganti," katanya.

Bagi Saldi, momen menjelang Hari Kemerdekaan selalu menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga melalui penjualan atribut merah putih. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.