TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Niat menikmati makan malam dengan santai di kawasan street food Gunungsari Trade Center atau GTC Cirebon, Jawa Barat justru berujung cemas dan mencekam.
Sebuah video yang merekam aksi anarkis pengamen yang mengamuk diduga gara-gara tidak diberi uang oleh pengunjung viral di media sosial.
Aksi tak menyenangkan tersebut mendadak jadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @haymput.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (4/8/2026), video yang memperlihatkan keributan di kawasan parkiran GTC Cirebon pada Senin (3/8/2026) malam itu telah dibanjiri lebih dari 8.200 komentar dan dibagikan hingga 9.200 kali.
Insiden tersebut bermula saat dua perempuan berhijab sedang menikmati makanan di meja outdoor.
Baca juga: Polisi Amankan Dua Pengamen di Baleendah Setelah Nekat Palak Sopir Truk Pakai Sajam
Tak lama kemudian, hadir dua pengamen membawa gitar akustik yang menghampiri meja mereka untuk meminta uang.
Diduga tak diberi uang dan enggan pergi, pengamen tersebut langsung memancing adu mulut dengan nada memaksa.
Suasana makin panas saat rekan pengamen berkaos hitam dan berompi emosi hingga mendatangi area meja pengunjung.
Puncak keributan terjadi ketika pria berompi hitam tersebut mendadak melempar atau memukul barang ke arah pengunjung.
Aksi brutal ini langsung memicu emosi pengunjung lain berbadan besar hingga diwarnai aksi saling dorong dan teriakan histeris para pengunjung wanita di lokasi kejadian.
Beberapa warga dan pedagang sekitar langsung pasang badan melerai pertikaian tersebut dan menarik kelompok pengamen menjauh dari area kuliner hingga situasi perlahan terkendali.
Dalam rekaman juga tertulis keluhan kekecewaan korban: "Se engga aman itukah Makan di Cirebon."
Menanggapi kejadian viral yang meresahkan warga dan wisatawan kuliner tersebut, Satreskrim Polres Cirebon Kota memastikan telah turun tangan melakukan penelusuran di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fadillah, membenarkan jajarannya tengah bergerak mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi oknum pengamen dalam video viral tersebut.
"Sudah kami monitor. Saat ini masih dilakukan pengecekan dan pendalaman. Sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk, namun jajaran tetap menelusuri kronologi kejadian untuk memastikan penyebab keributan. Perkembangannya nanti kami informasikan," ujar Fadillah saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat dan pengunjung kuliner untuk tetap tenang serta menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di Kota Cirebon. (*)