TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus memperkuat upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Sekolah yang digelar SMP Negeri 2 Nunukan dalam rangka implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 6 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah diberikan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi bencana, kesiapan menghadapi kondisi darurat, hingga langkah evakuasi yang tepat ketika terjadi bencana.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Nunukan, H. Raden Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa satuan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan bencana, mengingat sebagian besar aktivitas anak-anak berlangsung di lingkungan sekolah.
"Program Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan sektor nasional yang sangat penting. Anak-anak menghabiskan banyak waktunya di sekolah, sehingga perlu ada upaya untuk mengenalkan mereka terhadap mitigasi dan evakuasi bencana," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Nunukan memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, edukasi sejak dini kepada peserta didik menjadi langkah penting agar mereka memiliki kesiapan ketika menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus dalam simulasi tersebut, yakni membangun sikap tanggap, meningkatkan kepekaan terhadap kondisi bencana, serta membiasakan peserta didik mengikuti arahan guru maupun tim penanganan bencana.
"Melalui simulasi ini, anak-anak diajarkan agar tidak panik saat terjadi bencana. Mereka harus tetap tenang, memahami apa yang harus dilakukan, berkumpul di titik aman, dan mengikuti arahan dari guru maupun petugas," katanya.
Baca juga: Perkuat Layanan Informasi Publik, Pemkab Nunukan Tingkatkan Kapasitas Tim PPID Kecamatan
Dalam pelaksanaan simulasi, peserta didik juga mendapatkan pendampingan dari tim terkait, termasuk unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memberikan pemahaman langsung mengenai prosedur penyelamatan dan evakuasi.
Pemkab Nunukan berharap implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana tidak hanya berhenti pada kegiatan simulasi, tetapi menjadi budaya kesiapsiagaan yang diterapkan di seluruh sekolah.
Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Nunukan.
(adv)
Penulis: Fatimah Majid