BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setelah ditemukan oleh nelayan atau warga yang mencari ikan bayi yang terbungkus sarung berwarna merah dibawa oleh tim inafis di RS Pambalah Batung untuk identifikasi.
Usai melakukan identifikasi diperkirakan bayi sudah meninggal 2 hingga 5 hari lalu, dengan organ tubuh yang sudah lengkap sehingga diperkirakan memang sudah waktunya lahir bukan karena aborsi.
“Bagian kepala keluar cairan karena sudah mengalami pembengkakan,” ujar Kapolsek Amuntai Selatan, Ipda Suharnowo.
Kapolsek Amuntai Selatan menambahkan pihaknya melanjutkan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi dari saksi yang melihat pertama kali, serta melanjutkan pencarian informasi kepada beberapa pihak.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kardus Berisi Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Desa Keramat HSU
Baca juga: Gempa Guncang Tabalong Kalsel Senin 3 Agustus 2026, Cek Kekuatan dan Pusat Getaran
“Masyarakat juga diharapkan bisa membantu dalam proses penyelidikan untuk pengungkapan kasus,” ungkapnya.
Sebelumnya, jasad bayi ditemukan mengapung di sungai Desa Keramat, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan sudah dalam kondisi membusuk.
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati