POS-KUPANG.COM, ALOR- Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalabahi melakukan aksi nyata menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok negeri.
Langkah ini ditunjukkan lewat gelaran sosialisasi intensif penyambungan listrik baru, keselamatan ketenagalistrikan (K3L), serta pemanfaatan aplikasi PLN Mobile bagi masyarakat Desa Pureman, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (01/08).
Terletak di bagian selatan Pulau Alor dan berbatasan langsung dengan perairan batas negara Timor Leste, Desa Pureman kini berada di ambang sejarah baru.
Sebanyak 285 Kepala Keluarga (KK) calon pelanggan baru dipastikan akan segera menikmati fajar kelistrikan yang telah dirindukan sejak lama, bertepatan dengan momen semarak kemerdekaan tahun ini.
Baca juga: PLN UIP Nusra Hadirkan Ruang Literasi yang Lebih Layak melalui Renovasi Perpustakaan SD Inpres Kaca
Perjuangan menghadirkan terang di garis depan Indonesia tersebut tidaklah mudah. Tim PLN ULP Kalabahi harus menembus medan terjal, meniti akses jalan ekstrem, serta menempuh perjalanan darat dan laut selama hampir empat jam dari pusat Kota Kalabahi.
Namun, rasa lelah personel PLN seketika sirna saat disambut antusiasme dan kehangatan warga desa yang mendambakan hadirnya energi penerangan.
Mengingat ini merupakan pengalaman pertama warga desa berinteraksi langsung dengan arus listrik, PLN menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan kemudahan layanan.
Dalam sosialisasi tersebut, PLN membekali warga mengenai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) ketenagalistrikan, mekanisme Pasang Baru, hingga tata cara memanfaatkan aplikasi digital PLN Mobile untuk akses layanan yang mandiri dan transparan.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, PLN Dekatkan Layanan Digital dan Program CEKAT di Festival Bale Nagi
Kepala Desa Pureman, Melki Lukuaka, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas perjuangan serta kepedulian tim PLN yang rela menerobos batas geografis demi menyapa desanya.
"Bertahun-tahun masyarakat kami beraktivitas dalam keterbatasan di malam hari. Kehadiran tim PLN yang rela menempuh perjalanan jauh dan medan berat ini benar-benar menyentuh hati kami. Sosialisasi ini sangat penting agar warga kami tidak hanya gembira menyambut hadirnya listrik kemerdekaan, tetapi juga paham cara menggunakannya dengan aman," ungkap Melki Lukuaka.
Dukungan senada diutarakan oleh Camat Pureman Yafet Sikolo. Ia menegaskan bahwa hadirnya infrastruktur kelistrikan adalah kunci utama pembuka potensi ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di kawasan perbatasan.
"Listrik adalah fondasi utama kemajuan ekonomi dan pendidikan di perbatasan ini. Kami siap mengawal dan memastikan seluruh proses pembangunan jaringan Listrik Desa (Lisdes) berjalan lancar tanpa hambatan, demi terwujudnya Pureman yang terang benderang," tegas Yafet .
Sementara itu, Manager PLN ULP Kalabahi, Yokanan Tri Pamungkas, menyampaikan bahwa pendekatan persuasif dan edukasi masyarakat merupakan pilar utama kesuksesan digitalisasi serta keselamatan kelistrikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Dukung PSN, PLN Sukses Kawal Pasokan Listrik Andal Saat Kunjungan Tiga Menteri di Sumba Timur
"Lelahnya perjalanan empat jam terbayar tuntas oleh senyum dan kehangatan warga Desa Pureman. Tugas kami bukan sekadar menarik kabel dan memasang meteran, tetapi memastikan warga memahami aspek keselamatan (K3L) serta kemudahan layanan modern melalui aplikasi PLN Mobile, agar pengelolaan kelistrikan di sini mandiri dan berkelanjutan," jelas Yokanan.
Di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen berkelanjutan PLN dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur energi hingga ke garis depan perbatasan Indonesia.
"Kehadiran listrik di Pureman adalah langkah nyata pemerataan energi di garis batas negara, sekaligus kado kemerdekaan yang bermakna menjelang HUT RI ke-81. Fokus kami saat ini tidak hanya pada penyelesaian fisik jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat teredukasi soal keselamatan listrik. Sinergi dengan pemerintah setempat terus kami perkuat agar target penyambungan 100 persen dapat tercapai dengan lancar dan aman," tegas Eko.
Melalui kegiatan ini, PLN memastikan seluruh calon pelanggan di Desa Pureman siap bertransformasi menuju gaya hidup berbasis listrik (electrifying lifestyle) yang aman, nyaman, dan efisien demi menggerakkan roda perekonomian serta memperkokoh kedaulatan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.(*)