BANGKAPOS.COM -- Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, memberikan klarifikasi terkait isu yang menyeret nama putrinya, Risya Azzahra Natakusumah, terkait pembelian tiket konser K-Pop.
Dimyati membantah tegas tudingan yang menyebut tiket konser tersebut dibeli menggunakan anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN.
Menurutnya, penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi, termasuk membiayai hiburan keluarga, merupakan hal yang tidak masuk akal.
Baca juga: Kasus Penyelamatan Mengkubung Masih Minim, Alobi Sebut Kukang dan Tarsius Paling Sering Dievakuasi
Dimyati menegaskan dirinya tidak mungkin menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Ia juga mengaku bukan sosok yang gemar menghadiri konser musik.
"Engga bener, pakai APBD saja engga mungkin apalagi APBN, secara logika kalau saya (menjabat) di pemerintah pusat juga engga mungkin membiayai (anaknya konser). Saya engga setuju, ngapain nonton konser? Saya juga engga terlalu suka," ujarnya.
Meski demikian, Dimyati mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila anaknya memiliki kegemaran menonton konser selama menggunakan biaya pribadi.
"Tapi kalau anak saya suka (nonton konser), biarin. Mungkin itu hobinya, asal pakai duit sendiri," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menjelaskan kondisi ketiga anaknya yang menurutnya sudah memiliki kehidupan masing-masing dan tidak bergantung kepada dirinya.
Anak sulungnya, Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, disebut kini tinggal di Korea Selatan bersama suaminya.
"Rizka sudah di Korea sama suaminya, hidup mandiri," ungkap Dimyati.
Sementara anak keduanya, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dan telah menikah dengan aktris sekaligus model Beby Tsabina.
Adapun anak bungsunya, Risya Azzahra Natakusumah, disebut telah memiliki aktivitas usaha sendiri.
"Duitnya banyak, kalah bapaknya dibandingkan anaknya, anaknya sering bantu bapaknya, malah bukan bapaknya bantu anaknya," kata Dimyati.
Ia menyampaikan hal tersebut untuk menegaskan bahwa keluarganya memiliki kemampuan ekonomi sendiri dan tidak membutuhkan fasilitas maupun anggaran pemerintah.
Menanggapi isu yang ramai diperbincangkan di media sosial, Dimyati mengaku tidak terlalu mengambil pusing.
"Ini hanya menaikkan popularitas Risya saja, mudah-mudahan Risyanya dapat jodoh," ujarnya sambil bergurau.
Achmad Dimyati Natakusumah merupakan politisi yang telah lama berkecimpung di dunia politik nasional.
Ia pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang sebelum kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I pada Pemilu Legislatif 2009.
Saat menjadi anggota DPR, namanya sempat menjadi sorotan terkait kasus dugaan suap pengajuan pinjaman daerah Kabupaten Pandeglang ke Bank Jabar pada 2006 senilai Rp200 miliar.
Dalam proses hukum tersebut, Dimyati sempat dituntut 2,6 tahun penjara pada 2010. Namun pada 19 Oktober 2011, Mahkamah Agung membebaskannya dan menyatakan dirinya tidak bersalah.
Karier politik Dimyati terus berlanjut hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI pada 2014. Ia juga pernah maju dalam kontestasi Pilgub Banten 2017 melalui jalur perseorangan, serta kembali tampil dalam Pilgub Banten 2024 sebagai calon wakil gubernur mendampingi Andra Soni.
Sebagai pejabat publik, aktivitas dan pernyataan Dimyati kerap mendapat perhatian masyarakat. Klarifikasi terkait isu tiket konser ini menjadi salah satu contoh bagaimana informasi yang berkembang di ruang publik perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.
(Bangkapos.com/Surya.co.di/Kompas.com)