Banjir Padang Mulai Surut, Warga Harus Waspada Ancaman Hujan Ekstrem Masih Mengintai
Rahmadi August 04, 2026 05:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski banjir di sebagian besar wilayah Kota Padang telah surut. 

Menurutnya, curah hujan yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir merupakan anomali dan bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang terjadi pada November lalu.

Hal itu disampaikan Fadly saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah kepala OPD dan melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang diterjang banjir.

"Secara umum banjir sudah surut sejak tadi malam. Namun anomali hujan seperti ini perlu kita waspadai. Intensitas hujan kali ini, kalau dihitung per jam, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir November lalu," kata Fadly.

Baca juga: Alat Berat Segera Meluncur Perbaiki Tanggul Jebol Lapau Munggu Padang Cegah Banjir Susulan

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas ekstrem tersebut menjadi peringatan bahwa bencana serupa dapat kembali terjadi sewaktu-waktu. 

Karena itu, selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana.

"Siapa sangka di tengah kewaspadaan kita terhadap El Nino, justru terjadi hujan terbesar dalam mungkin lima tahun terakhir. Karena itu awareness masyarakat juga sangat penting menghadapi kondisi yang di luar dugaan seperti ini," ujarnya.

Fadly mengatakan, banjir paling parah di Kota Padang terjadi di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo dan sebagian Lubuk Begalung. 

Sementara Kelurahan Dadok Tunggul Hitam menjadi kawasan dengan genangan terdalam.

"Di Dadok tadi malam memang cukup mencekam. Air mencapai sekitar setengah dada orang dewasa. Kawasan itu memang menjadi salah satu prioritas penanganan," katanya.

Baca juga: Daftar Pemain Semen Padang FC yang Dibawa Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir kali ini. Mayoritas warga yang sebelumnya mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

"Pemerintah tetap memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi, mulai dari makanan, minuman hingga bantuan logistik," ujarnya.

Fadly menambahkan, Pemko Padang kini tengah memfinalisasi data kerusakan dan jumlah warga terdampak. Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan langsung tunai kepada warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga, sekolah, serta fasilitas umum yang terdampak. Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan berat, alat berat juga disiapkan untuk mempercepat proses penanganan.

"Hari ini saya minta seluruh data sudah selesai. Yang paling penting saat ini masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan, bantuan, dan penanganan secepat mungkin," kata Fadly. (*)


 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.