Gorontalo Berstatus Siaga Kekeringan, BMKG Peringatkan Potensi Kemarau Agustus 2026
Fadri Kidjab August 04, 2026 05:45 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Provinsi Gorontalo resmi ditetapkan dalam kategori Siaga kekeringan meteorologis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I Agustus 2026 (periode 1–10 Agustus 2026).

Penetapan status siaga ini dikeluarkan menyusul cakupan musim kemarau yang makin meluas di Indonesia. Melalui akun Instagram resminya (@infobmkg), BMKG mengonfirmasi bahwa saat ini sekitar 74 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi minimnya curah hujan dalam durasi panjang ini berpotensi menurunkan ketersediaan air bersih serta memicu dampak kekeringan bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.

Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Indonesia terbagi ke dalam tiga tingkatan potensi risiko kekeringan meteorologis:

1. Kategori Siaga

Provinsi Gorontalo bersama beberapa daerah tetangga di Sulawesi serta provinsi lain berada pada tingkat kewaspadaan menengah atau Siaga. Wilayah dalam kategori ini adalah:

  • Gorontalo
  • Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara
  • Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten
  • Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
  • Maluku Utara

2. Kategori Awas (Risiko Tertinggi)

Tingkat kerawanan tertinggi yang memerlukan antisipasi ketat melingkupi wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara:

  • Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur
  • Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)

3. Kategori Waspada

Bengkulu, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur

Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya

Menghadapi status siaga ini, BMKG mengimbau masyarakat Gorontalo dan daerah terdampak lainnya untuk mengambil langkah antisipasi sejak dini:

  • Menjaga pasokan dan cadangan air bersih agar mencukupi kebutuhan harian selama musim kemarau.
  • Hindari aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan, mengingat kondisi vegetasi yang mengering sangat rentan memicu kobaran api meluas.

Baca juga: 5 Fakta Skandal Video Wall Gorontalo: Rekayasa HPS hingga Jerat Eks Pj Gubernur dan Kadis

Krisis Air Bersih dan Potensi Gagal Panen

KRIRIS AIR -- Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, saat ditemui TribunGorontalo.com di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).
KRIRIS AIR -- Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, saat ditemui TribunGorontalo.com di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026). (TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab)

Selain krisis air minum dan air bersih bagi warga pemukiman, fenomena kemarau ini berisiko melumpuhkan sektor pertanian local. Para petani di sejumlah desa dilaporkan mengalami gagal panen pada komoditas unggulan seperti jagung dan padi.

Meskipun hujan lokal sempat turun tipis di beberapa titik seperti Asparaga dan Boliyohuto, krisis air bersih masih melanda pemukiman warga. BPBD memprediksi krisis air ini berpotensi memanjang jika musim kemarau terus berlanjut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara lintas sektor demi memenuhi kebutuhan mendesak warga.

"Langkah-langkah yang pemerintah daerah sudah lakukan yakni melakukan pendistribusian air bersih dan air minum kepada masyarakat. Kita bergerak tidak hanya BPBD, tapi semua unsur. Mulai dari Polres, SPN, Polda, PDAM, hingga Balai Sungai," ujar Udin Pango saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (3/8/2026).

Dalam operasional penyaluran air bersih, BPBD sempat terkendala keterbatasan armada akibat kerusakan pada mobil tangki operasional. Untuk mengatasinya, tim BPBD beralih menggunakan kendaraan operasional lain yang dimodifikasi penampungannya.

"Kita isi di tong-tong, kita muat di mobil serbaguna, mobil pickup, dan itu kita bawa ke desa-desa terdampak," jelas Udin.

Guna memperkuat armada distribusi, PDAM Kabupaten Gorontalo menyurat ke Balai Prasarana Permukiman dan berhasil menyiagakan 2 unit tambahan mobil tangki air.

Pemkab Gorontalo membuka akses permohonan bantuan air bersih bagi desa yang membutuhkan:

  • Pemerintah desa atau warga dapat mengajukan permohonan resmi secara tertulis yang ditujukan ke kantor BPBD Kabupaten Gorontalo.
  • Masyarakat dapat menghubungi kontak WhatsApp resmi BPBD Kabupaten Gorontalo untuk respons cepat.

Selain langkah teknis seperti penyiagaan tim 24 jam dan rapat koordinasi virtual via Zoom bersama camat serta kepala desa, Pemkab Gorontalo bersama warga juga telah menggelar Salat Istisqa untuk memohon petunjuk dan turunya hujan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.