Habiskan Rp650 Juta, Begini Penampakan Kantor Desa Kemutug Kidul Banyumas Bergaya Istana Negara
muh radlis August 04, 2026 06:10 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sebuah kantor desa baru di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi perhatian karena memiliki desain menyerupai Istana Negara.

Bangunan milik Pemerintah Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, itu bukan hanya menarik dari sisi arsitektur, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong warga yang ikut terlibat dalam proses pembangunannya.

Tampilan megah kantor desa tersebut belakangan ramai diperbincangkan. Di balik desainnya yang berbeda dari kantor desa pada umumnya, pembangunan gedung ini dilakukan secara bertahap selama tiga tahun dengan memanfaatkan bantuan keuangan dari Bupati Banyumas.

Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan masyarakat memiliki peran penting sejak awal pembangunan melalui kerja bakti meratakan lahan bekas lapangan yang kini menjadi lokasi kantor desa.

"Swadaya masyarakat berbentuk kita bekerja gotong royong dalam membangunnya," katanya.

Baca juga: Detik-Detik Penggerebekan Homestay di Jepara, Petugas Temukan 7 Pasangan Tak Resmi di Dalam Kamar

 

Dibangun karena Kantor Lama Sudah Tidak Memadai

Menurut Kardi, pembangunan kantor desa baru dilakukan setelah pemerintah desa menilai kantor lama yang berada di tepi jalan sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Selain kondisi bangunan, keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu alasan utama pembangunan gedung baru, terutama saat desa menggelar kegiatan yang melibatkan banyak warga.

"Awalnya kantor Desa Kemutug Kidul berada di pinggir jalan. Tidak memadai, terutama untuk parkir kalau desa sedang ada kegiatan.

Sehingga kami bersama pemerintah desa dan BPD mengusulkan pembangunan balai desa atau kantor desa baru yang lokasinya di bekas lapangan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (3/8/2026).

 

Anggaran Rp650 Juta Dibangun Bertahap Selama Tiga Tahun

Pembangunan kantor desa tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap melalui bantuan keuangan dari Bupati Banyumas.

Kardi menjelaskan, bantuan pertama diterima pada 2022 sebesar Rp200 juta, kemudian Rp300 juta pada 2023, dan Rp150 juta pada 2025.

"Jadi anggarannya tiga kali. Tahun 2022, 2023, dan yang terakhir tahun 2025. Totalnya Rp650 juta," jelasnya.

Ia menegaskan seluruh anggaran berasal dari bantuan keuangan pemerintah daerah sehingga tidak menggunakan Dana Desa.

"Kebetulan tidak terdampak.

Itu bantuan bupati langsung, tidak terkait dengan dana desa ataupun anggaran yang lainnya.

Kami mengajukan bantuan keuangan desa kepada Pak Bupati sebanyak tiga kali," katanya.

Dengan sumber pendanaan tersebut, pembangunan kantor desa juga tidak terdampak kebijakan efisiensi atau pemangkasan anggaran yang diterapkan di sejumlah daerah.

 

Sengaja Dibuat Mirip Istana Negara

Kardi mengungkapkan konsep bangunan sengaja dirancang berbeda agar menjadi identitas Desa Kemutug Kidul sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat.

Desain yang menyerupai Istana Merdeka atau Istana Presiden Republik Indonesia dipilih sebagai ciri khas kantor desa baru tersebut.

"Sekilas pembangunan kantor Desa Kemutug Kidul kenapa kita pilih seperti Istana Merdeka atau Istana Presiden Republik Indonesia, karena kita ingin bangunan yang berbeda.

Sehingga ada kesan bagus, masyarakat juga merasa bangga melihat kantornya," ujarnya.

Bangunan kantor desa memiliki ukuran sekitar 13 meter x 18 meter. Selama proses pembangunan, aspek struktur bangunan juga mendapat pendampingan dari pendamping desa Kecamatan Baturraden, Udrianto.

Kardi menambahkan, nilai pembangunan sebesar Rp650 juta belum memasukkan kontribusi tenaga masyarakat yang secara sukarela bergotong royong pada tahap awal pembangunan.

"Belum dihitung tenaga swadaya masyarakat.

Mereka bergotong royong untuk perataan lahan pada awal pembangunan," pungkasnya.  (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.