Warga Sumsel Mulai Tinggalkan Malaysia, Program Health Tourism Palembang Tunjukkan Hasil Positif
Welly Hadinata August 04, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan terhadap layanan kesehatan di daerah sendiri mulai meningkat. Sejumlah warga yang sebelumnya berencana menjalani medical check-up (MCU) ke Malaysia kini memilih memanfaatkan fasilitas rumah sakit di Palembang.

Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator awal keberhasilan program Health Tourism atau wisata kesehatan yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Memasuki enam bulan pelaksanaan, program ini mulai menunjukkan hasil positif meski masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Apriyadi, mengatakan pemerintah terus melakukan evaluasi agar Palembang mampu berkembang sebagai destinasi wisata kesehatan yang kompetitif.

"Program ini masih baru, sehingga masih banyak yang harus dibenahi. Yang paling penting adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpihak agar layanan kesehatan dan sektor pariwisata dapat berjalan beriringan," kata Apriyadi usai rapat evaluasi pelaksanaan Health Tourism di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (4/8/2026).

Menurut Apriyadi, sasaran utama program tersebut saat ini adalah masyarakat Sumsel agar tidak lagi memilih berobat maupun melakukan pemeriksaan kesehatan ke luar negeri atau ke daerah lain.

Ia menilai Palembang telah memiliki rumah sakit dengan fasilitas, tenaga medis, dan teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Harapan kami masyarakat yang ingin berobat atau melakukan medical check-up tidak perlu lagi ke luar negeri. Di Palembang sudah ada rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan itu, seperti RS Siti Fatimah, RS Mohammad Hoesin, dan rumah sakit lainnya," ujarnya.

Apriyadi mengungkapkan perubahan pola pikir masyarakat mulai terlihat. Beberapa warga yang sebelumnya telah merencanakan MCU di Malaysia akhirnya membatalkan keberangkatan setelah mengetahui kualitas layanan kesehatan di Palembang.

"Sudah ada masyarakat Sumsel yang awalnya ingin ke Malaysia, tetapi setelah mendapat penjelasan akhirnya memilih melakukan MCU di sini. Ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat mulai tumbuh," ungkapnya.

Untuk memperkuat program tersebut, Pemprov Sumsel juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya meningkatkan kualitas pelayanan melalui kerja sama rumah sakit dengan Politeknik Pariwisata, serta menggandeng biro perjalanan untuk memasarkan paket wisata kesehatan secara lebih luas.

Selain layanan kesehatan, Palembang juga dinilai memiliki daya tarik lain yang dapat mendukung pengembangan Health Tourism, seperti kuliner khas, budaya, dan destinasi wisata.

"Kalau orang berbicara Palembang, pasti ingat pempek, songket, dan wisata budayanya. Potensi inilah yang harus kita kemas menjadi satu paket bersama layanan kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengatakan evaluasi enam bulan dilakukan untuk mengukur efektivitas program sejak diluncurkan.

Ia menyebut promosi yang melibatkan biro perjalanan mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan pasien ke rumah sakit yang tergabung dalam program Health Tourism.

"Alhamdulillah sudah mulai ada pergerakan pasien. Travel agent juga mulai memperkenalkan layanan ini, baik kepada masyarakat lokal maupun di luar daerah," ujarnya.

Meski demikian, Trisnawarman mengakui membangun citra Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan membutuhkan waktu.

Menurutnya, keberhasilan Malaysia sebagai tujuan wisata medis tidak diraih secara instan, melainkan melalui promosi dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan secara konsisten.

"Kita tidak bisa langsung seperti Malaysia. Yang penting masyarakat tahu bahwa rumah sakit di Palembang kualitasnya tidak kalah. Tinggal bagaimana strategi pemasaran dan pelayanan terus ditingkatkan," katanya.

Ke depan, promosi Health Tourism akan diperluas melalui berbagai media, mulai dari videotron, media massa, media digital hingga jaringan biro perjalanan. Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat mempercayakan layanan kesehatan di Palembang sehingga tidak perlu lagi mencari layanan serupa ke luar negeri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.