TRIBUNWOW.COM - Sejumlah nama kandidat mencuat sebagai calon Presiden FIFA, setelah Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino menuai kecaman dan diprediksi akan lengser dari jabatannya.
Munculnya kandidat-kandidat tersebut menyusul rencana Gianni Infantino untuk mendirikan anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise.
Nilai investasi untuk mendirikan anak perusahaan tersebut mencapai 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp359 triliun.
Dikutip TribunWow.com dari BBC Sports, Selasa (4/8/2026), posisi Gianni Infantino semakin terancam setelah diketahui berencana menjual 20 persen kepemilikan saham perusahaan tersebut kepada pihak swasta.
Menurut BBC Sports, langkah itu memicu spekulasi bahwa Infantino berniat mengomersialkan sepak bola melalui proyek tersebut.
Saat ini, UEFA dan asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara lainnya disebut mulai menarik dukungan mereka terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
Baca juga: Gianni Infantino Didesak Mundur Akibat Keputusan Kontroversi soal Balogun di Piala Dunia 2026
Selain itu, Dewan FIFA juga disebut memiliki kemungkinan menggelar rapat darurat untuk mendorong Infantino mengundurkan diri dari jabatannya.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa sosok pengganti Infantino harus segera dipersiapkan.
Apabila UEFA dan para pengkritik terbesar Infantino memilih jalur pemilihan umum, mereka harus menemukan figur yang mampu menyatukan berbagai konfederasi.
Karena UEFA menjadi pihak yang paling vokal menentang Infantino, kandidat dari Eropa diperkirakan akan kesulitan memperoleh dukungan global.
Menurut BBC Sports pada Sabtu (1/8/2026), kandidat pengganti harus mampu menarik dukungan dari negara-negara anggota Concacaf, Afrika, dan Asia.
Sejumlah nama yang mulai mencuat di tengah meluasnya kritik terhadap Infantino antara lain Victor Montagliani, Syekh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Nasser Al-Khelaifi, dan Mattias Grafstrom.
Baca juga: Surat Rahasia Infantino Bocor, Argentina Kembali Dikaitkan dengan Isu Anak Emas FIFA
Victor Montagliani disebut sebagai kandidat terkuat yang berpeluang menggantikan Infantino pada pemilihan Presiden FIFA 2027.
Ia merupakan Presiden Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (Concacaf), konfederasi yang membawahi sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.
Seperti Infantino, Montagliani terpilih pada 2016 dengan membawa janji reformasi tata kelola organisasi.
Sebagai mantan Presiden Canada Soccer, ia juga berperan penting dalam persiapan dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara.
Montagliani juga sukses memimpin Concacaf saat menjadi tuan rumah Copa America edisi 2024 yang diperluas.
Baca juga: Final Piala Dunia 2026 Berujung Kontroversi, Enzo Fernandez Beri Respons dan FIFA Turun Tangan
Syekh Salman bin Ibrahim Al Khalifa merupakan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Ia pertama kali terpilih pada 2013 dan kembali terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan keempat yang akan berlangsung hingga 2027.
Tokoh asal Bahrain tersebut memimpin perkembangan signifikan sepak bola Asia melalui penyelenggaraan Liga Champions Elite, Liga Champions Dua, Liga Challenge, hingga Liga Champions Wanita yang mulai bergulir pada musim 2024/2025.
Di bawah kepemimpinannya pula, Piala Asia berhasil diperluas menjadi 24 peserta.
Al Khalifa menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang menyampaikan kritik tajam terhadap cara FIFA dijalankan oleh Infantino.
Ia juga membawa dukungan dari 46 asosiasi anggota AFC yang menilai Infantino terlalu agresif dalam mengajukan berbagai proyek dan pengeluaran sepak bola.
Baca juga: FIFA Resmi Usut Dugaan Pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026, AFA & Pemain Terancam Sanksi
Nasser Al-Khelaifi merupakan Presiden Paris Saint-Germain yang telah menjabat sejak 2011.
Ia juga mengambil alih jabatan Ketua Asosiasi Klub Eropa setelah Liga Super Eropa runtuh hanya dalam waktu 48 jam pada 2021.
Di bawah kepemimpinannya, European Club Association (ECA) berganti nama menjadi European Football Clubs (EFC).
Lebih penting lagi, Al-Khelaifi berhasil memperluas keanggotaan organisasi tersebut hingga lebih dari 800 klub.
Dari jajaran klub elite Eropa, hanya Real Madrid yang hingga kini masih berada di luar keanggotaan.
Menurut BBC Sports pada Sabtu (1/8/2026), Al-Khelaifi juga merupakan kandidat yang kuat, meski hingga kini disebut belum tertarik mengambil posisi Presiden FIFA.
Baca juga: Gianni Infantino Didesak Mundur Akibat Keputusan Kontroversi soal Balogun di Piala Dunia 2026
Mattias Grafstrom menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FIFA sejak Mei 2024.
Sejak dilantik, Grafstrom menjadi sosok yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai forum FIFA.
Posisinya yang sangat dekat dengan Infantino membuat peluang dirinya sebagai calon Presiden FIFA selanjutnya dinilai kurang menguntungkan.
Selain itu, syarat tidak tertulis bahwa Presiden FIFA berikutnya sebaiknya berasal dari luar Eropa juga diperkirakan menjadi hambatan bagi pencalonannya.
Presiden FIFA berikutnya akan dipilih dalam Kongres FIFA ke-77 yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Kamis (18/3/2027).
Para kandidat memiliki waktu hingga Rabu (18/11/2026) untuk mengajukan nama mereka secara resmi sebagai calon Presiden FIFA pengganti Gianni Infantino.
Berikut daftar kandidat yang disebut berpeluang menggantikan Gianni Infantino:
(TribunWow.com/Peserta Magang Universitas Sebelas Maret/Meyra)