Beda Pengeluaran Per Kapita Kota dan Kabupaten Bogor: Rp2,6 Juta vs Rp1,6 Juta
Tsaniyah Faidah August 04, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terkait rata-rata pengeluaran per kapita bulanan penduduk sepanjang tahun 2025.

Data tersebut mencatat perbedaan yang cukup tajam antara penduduk Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Sepanjang tahun 2025, rata-rata pengeluaran per kapita bulanan warga Kota Bogor mencapai Rp2.654.393.

Angka ini jauh melampaui rata-rata pengeluaran per kapita warga Kabupaten Bogor yang tercatat sebesar Rp1.640.073 pada periode yang sama.

Pengeluaran di Kota Bogor

Rata-rata pengeluaran penduduk Kota Bogor pada 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp81.787 atau naik 3,18 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp2.572.606.

Dari total pengeluaran sebesar Rp2,65 juta per bulan tersebut, porsi untuk kebutuhan bukan makanan tercatat lebih dominan.

Sebanyak Rp1.516.239 atau 57,12 persen dialokasikan untuk kebutuhan non-makanan, sementara untuk kebutuhan makanan sebesar Rp1.138.154 atau 42,88 persen.

Catatan ini menempatkan Kota Bogor di posisi yang cukup menonjol.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor menduduki peringkat ke-3 tertinggi dari 27 kabupaten/kota.

Sedangkan di tingkat nasional, Kota Bogor berada di urutan ke-18 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Pengeluaran di Kabupaten Bogor

Berbeda dengan wilayah tetangganya, penduduk Kabupaten Bogor mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp1.640.073 per bulan pada 2025.

Meski secara nominal berada di bawah Kota Bogor, angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar Rp201.860 atau naik 14,04 persen dari tahun 2024 yang sebesar Rp1.438.214.

Struktur belanja di Kabupaten Bogor didominasi oleh kebutuhan pokok.

Porsi pengeluaran untuk makanan menelan biaya sebesar Rp823.350 atau 50,2 persen dari total belanja bulanan. 

Sementara kebutuhan bukan makanan menguras biaya Rp816.723 atau 49,8 persen.

Dominasi porsi makanan di atas 50 persen ini menjadi salah satu indikator tersendiri dalam pemetaan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dengan angka tersebut, Kabupaten Bogor berada di peringkat ke-12 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, serta menempati urutan ke-181 secara nasional.

Respon Pemkot Bogor

Mengenai dinamika tingkat konsumsi warga, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim sempat memberikan tanggapannya dalam agenda Kaleidoskop Akhir Tahun.

Ia menyebut rata-rata pengeluaran per kapita warga Kota Bogor dalam setahun telah mencapai Rp13,571 juta, atau berkisar Rp1,050 juta per bulan berdasarkan perhitungan internal pemerintah daerah.

"Dirata-rata dari 1,2 juta penduduk Kota Bogor dalam setahun mengeluarkan uang Rp13,571 juta," jelas Dedie.

Dedie menilai tren peningkatan konsumsi tersebut mengindikasikan perkembangan ekonomi daerah yang positif.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fenomena ini bukan berarti Kota Bogor sudah sepenuhnya bebas dari kemiskinan.

"Yang miskin masih ada, tetapi pengeluaran per kapitanya meningkat karena ada peluang berusaha serta peluang bekerja," tegas Dedie.

Tren tersebut sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan di Kota Bogor.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bogor tercatat menurun hingga Agustus 2025, yakni dari 8,13 persen menjadi 7,95 persen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.