Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri Minta Mal Tak Paranoid Pasang Pagar Tinggi: Kota Tetap Aman
Samsul Arifin August 04, 2026 06:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Maraknya pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya memicu perhatian publik.

Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Surabaya yang mulai memasang pagar tinggi sebagai langkah antisipasi keamanan mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifudin Zuhri.

Pimpinan DPRD yang akrab disapa Kaji Ipuk ini meminta pemilik mal dan masyarakat tidak perlu larut dalam ketakutan berlebihan. Forkopimda bersama seluruh jajaran kemanan menjamin Surabaya tetap aman dan kondusif.

Di tengah berbagai isu yang beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, Ipuk  meminta masyarakat beraktivitas seperti biasa. "Pemilik mal sebaiknya juga tidak perlu paranoid," kata Ipuk, Selasa (4/8/2026).

Ketua DPRD ini memahami situasi yang dialami pengelola mal hingga memagar tinggi propertinya. Langkah kewaspadaan merupakan hal yang wajar.

Namun, kewaspadaan tidak boleh berubah menjadi kepanikan yang justru menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat. Surabaya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi.

Ketua DPRD memastikan bahwa Surabaya tetap aman. Kota ini memiliki ikatan kuat dalam menjaga wilayahnya agar tetap aman.

Surabaya selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, keramahan, dan kebersamaan. Modal sosial tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan Kota Pahlawan.

"Surabaya itu kota yang santun. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kota ini bersama-sama. Yakinkah bahwa pemerintah akan berupaya menjamin keamanan warganya," kata Ipuk.

Baca juga: Pagar Besi Tinggi Mal Surabaya Disorot, Pakar Arsitektur UK Petra: Ruang Publik Terkesan Eksklusif

Waspadai Pemecah Belah

Ketua DPRD dari Partai PDIP ini mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai isu yang berpotensi memicu kepanikan, terutama informasi yang berkembang tanpa dasar yang jelas menjelang momentum HUT RI.

Menurutnya, isu mengenai potensi kerusuhan atau kekacauan yang beredar di media sosial tidak boleh langsung dipercaya tanpa verifikasi.

"Kalau ada isu-isu yang berkembang akan terjadi keramaian atau kekisruhan, khususnya di Surabaya, jangan langsung dipercaya. Surabaya insyaallah tetap aman," tegasnya.

Ipuk menepis anggapan yang mengaitkan kelompok masyarakat tertentu dengan potensi gangguan keamanan. Menurutnya, warga Surabaya justru memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap kotanya.

"Kalau Bonek itu memang terkenal wani nekat, tapi mereka tidak akan merusak kampungnya sendiri. Tidak perlu khawatir. Di Surabaya tidak ada perbedaan, semua adalah bagian dari keluarga besar Surabaya yang menjaga kotanya bersama-sama," ungkapnya.

Dukung Pagar Dicabut

Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan juga perlu dilihat dari aspek penataan kota. Menurutnya, setiap perubahan fisik bangunan harus tetap mengacu pada aturan tata ruang dan estetika perkotaan.

Ia mengatakan DPRD bersama pemerintah kota akan mengkaji fenomena tersebut agar kebutuhan keamanan tetap berjalan beriringan dengan wajah kota yang tertata.

Termasuk jika diperlukan pencabutan kembali pagar tinggi itu, Ketua DPRD Surabaya akan mendukung. Pihaknya bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menyiapkan langkah terbaik.

"Nanti akan kami rancang bersama. Kita sikapi bersama atas pagar-pagar yang terlalu tinggi di mal. Semua harus tetap memperhatikan penataan kota," kata Ipuk.

Ketua DPRD ini mengingatkan bahwa perubahan bentuk bangunan tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa melalui mekanisme perizinan yang berlaku.

"Kalau muncul pagar yang lebih tinggi, tentu harus ada perubahan izinnya. Harus dilihat apakah sesuai dengan tata ruang, estetika kota, dan ketentuan perizinan. Kalau tidak sesuai, tentu tidak akan mendapatkan izin," jelasnya.

Menurut Kaji Ipuk, keamanan kota tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun pembatas fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem keamanan yang kuat, komunikasi yang baik, serta kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.

Kalau hanya mengandalkan pagar tinggi, persoalan keamanan tidak akan selesai.
Tapi kalau sistemnya baik, koordinasi berjalan, dan semua memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga Surabaya, maka keamanan itu akan tetap terwujud. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.