TRIBUNNEWS.COM – Buku kumpulan puisi tidak selalu lahir dari pengalaman personal penyair semata. Tak sedikit karya yang berangkat dari kegelisahan yang ingin dibagikan agar dapat dipahami oleh orang lain.
Hal itulah yang mendorong Kaylee Nicole Pangestu menulis To See Myself Clearly, buku kumpulan puisi yang diterbitkan Insight Unlimited pada Mei 2026.
Bagi Kaylee, buku tersebut bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan perjalanan untuk memahami dirinya sendiri. Berbagai tema seperti luka, kecemasan, harapan, hingga pencarian identitas diri dirangkai dalam bahasa yang jujur dan reflektif.
Keputusan Kaylee untuk menerbitkan karyanya bermula dari respons positif teman, guru, dan orang-orang terdekat yang membaca puisi-puisi pribadinya. Mereka merasa menemukan pengalaman serta kegelisahan yang serupa melalui tulisan tersebut.
Melalui To See Myself Clearly, Kaylee tidak berusaha memberikan jawaban atas setiap persoalan hidup. Sebaliknya, ia mengajak pembaca memasuki ruang-ruang sunyi yang kerap disembunyikan karena rasa takut akan penilaian orang lain.
Salah satu puisi berjudul My Roots Are Showing menggunakan metafora rambut yang diwarnai untuk menggambarkan rasa takut ketika sisi rapuh seseorang mulai terlihat dan dikhawatirkan tidak dapat diterima oleh lingkungan.
Baca juga: 20 Puisi tentang Percintaan yang Menyentuh Hati, Penuh Makna tentang Rindu
Sebagian besar puisi dalam buku ini lahir dari pengalaman pribadi, percakapan dengan teman, hingga kisah dan pergulatan emosi orang-orang di sekitarnya. Karena itu, puisinya terasa personal, tetapi tetap dekat dengan pengalaman banyak pembaca.
"Puisi menjadi ruang terapi yang sangat menyembuhkan untuk menyampaikan isi hati saya," ujar Kaylee, Senin (3/8/2026).
Bagi Kaylee, menulis menjadi ruang aman untuk mengurai berbagai kegelisahan yang sulit diungkapkan secara langsung.
Ia berharap buku ini dapat menemani pembaca yang sedang menghadapi masa-masa sulit agar mampu melewatinya dengan lebih tegar.
Pesan tersebut tergambar dalam puisi Scars yang terinspirasi dari pengalaman sederhana bersama sepupunya yang terus menggaruk bekas luka karena terasa gatal.
Dari peristiwa itu, Kaylee memunculkan pertanyaan mengenai kecenderungan manusia untuk terus membuka kembali luka lama yang sebenarnya telah sembuh.
Menurutnya, bekas luka dapat menjadi metafora bagi kenangan menyakitkan yang terus diingat hingga memperpanjang penderitaan.
Melalui puisinya, Kaylee mengajak pembaca menerima bahwa tidak semua luka perlu disentuh kembali. Ada waktunya seseorang berhenti menoleh ke masa lalu agar dapat menjalani kehidupan sepenuhnya di masa kini.
Meski ditulis oleh penyair muda, To See Myself Clearly tidak hanya ditujukan bagi remaja.
Buku ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi orang tua maupun orang dewasa untuk memahami tekanan, kecemasan, dan proses pencarian jati diri yang dialami generasi muda.
Melalui puisi-puisinya, Kaylee menghadirkan sudut pandang remaja secara terbuka sehingga pembaca dewasa dapat melihat dunia anak muda dari perspektif yang lebih dekat, sementara pembaca seusianya dapat merasa lebih dipahami.
Kaylee memilih menggunakan bahasa Inggris karena merasa sejumlah emosi lebih mudah disampaikan melalui bahasa tersebut. Menurutnya, pilihan itu bukan untuk menjauh dari bahasa Indonesia, melainkan demi menjaga keutuhan makna dan nuansa emosional setiap puisi.
Berharap Anak Muda Berani Mengekspresikan Diri
Lewat buku ini, Kaylee berharap semakin banyak anak muda yang berani menulis dan mengekspresikan perasaan mereka.
Di tengah tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja, ia menilai menulis dapat menjadi salah satu bentuk keberanian yang paling sederhana sekaligus bermakna.
"Ada sebuah kebebasan ketika melihat pikiran saya dituangkan ke dalam kata-kata," tuturnya.
Melalui To See Myself Clearly, Kaylee menunjukkan bahwa puisi masih memiliki ruang penting di tengah derasnya arus media sosial. Buku ini mengajak pembaca menerima luka sebagai bagian dari perjalanan hidup, berdamai dengan diri sendiri, serta menyadari bahwa proses menemukan jati diri selalu diawali dengan keberanian untuk melihat diri secara jujur.