BMKG Prediksi Sumsel Masih Akan Dilanda Kemarau hingga September, Waspada Kekeringan dan Karhutla
Slamet Teguh August 04, 2026 08:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut curah hujan rendah masih akan terjadi di Sumsel hingga September mendatang.

Saat ini, Sumsel masih berada di puncak musim kemarau.

Kepala BMKG Sumatera Selatan, Dr. Wandayantolis, mengatakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi masih mengalami curah hujan rendah selama Agustus hingga September 2026.

Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Wandayantolis menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, pada Agustus 2026 sebagian besar wilayah Sumatera Selatan memiliki peluang lebih dari 60 persen mengalami curah hujan rendah atau kurang dari 100 milimeter (mm).

"Hanya sebagian kecil wilayah Musi Rawas Utara, Musi Rawas, sebagian Musi Banyuasin bagian tengah, Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat bagian selatan, Pagar Alam, OKU dan OKU Selatan yang masih berpeluang sekitar 40 persen mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 100 hingga 200 mm," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan, secara umum seluruh wilayah Sumatera Selatan diprediksi memperoleh curah hujan kategori rendah, berkisar 20 hingga 100 mm sepanjang Agustus 2026.

Memasuki September 2026, kondisi diperkirakan semakin kering. Menurut Wandayantolis, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan memiliki peluang lebih dari 80 persen mengalami curah hujan rendah di bawah 100 mm.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah Musi Rawas Utara, sebagian Musi Rawas, Empat Lawang, Musi Banyuasin bagian tengah, Muara Enim bagian selatan, dan OKU bagian barat laut masih memiliki peluang hingga 20 persen mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 101 hingga 150 mm.

"Secara umum, seluruh wilayah Sumatera Selatan diprediksi tetap berada pada kategori curah hujan rendah, yakni 0 hingga 100 mm selama September 2026," katanya.

Baca juga: Ancaman Kemarau Panjang hingga November, Pemkab Ogan Ilir Bentuk Posko Satgas Karhutla

Kekeringan di Sumsel

Selain memprediksi curah hujan, BMKG juga memproyeksikan tingkat kekeringan di Sumatera Selatan pada Agustus 2026.

Wandayantolis menjelaskan, sebagian besar wilayah diperkirakan berada pada kondisi agak kering. Namun, sebagian kecil wilayah Lahat bagian utara, Musi Rawas bagian selatan, OKU bagian tengah, Banyuasin bagian selatan, serta sebagian besar wilayah Kota Palembang bagian tengah diprediksi berada pada kondisi kering.

Sementara itu, seluruh wilayah OKU Selatan, sebagian besar OKI, wilayah PALI, sebagian besar OKU Timur, sebagian besar OKU, Ogan Ilir bagian utara dan selatan, serta sebagian wilayah Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara diperkirakan masih berada pada kondisi normal.

Ia menambahkan, hasil analisis tingkat kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) pada Juni 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih berada dalam kondisi normal.

Meski demikian, sebagian kecil wilayah Banyuasin bagian tenggara dan OKI bagian utara telah berada pada kondisi agak kering hingga kering.

Sebaliknya, sebagian kecil wilayah tenggara Musi Banyuasin, Lahat bagian tengah, dan OKU Selatan bagian selatan berada pada kondisi agak basah hingga basah.

BMKG mengimbau masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat curah hujan di Sumatera Selatan diperkirakan masih rendah hingga September 2026. 

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.