TRIBUNWOW.COM - Trauma dan kekhawatiran masih lekat di benak Ade Lastri (45) dan Muhammad Soleh (45), korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, yang selamat setelah dievakuasi menggunakan KN Masalembu tiba di Surabaya pada Selasa (4/8/2026).
Pasutri asal Bogor, Jawa Barat itu berangkat bersama anaknya, Muhammad Guntur (16), yang telah dievakuasi dan tiba di Surabaya sehari sebelumnya.
Tubuh Ade Lastri masih terlihat lemas. Sesekali dia menangis. Saat kapal bersandar, ia harus dipandu oleh tim gabungan untuk masuk ke posko terpadu di Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak, Surabaya.
Ibu dari tiga anak itu mengatakan, saat kejadiaan mendengar teriakan kebakaran. Beberapa pintu digedor, ia mendengar suara ledakan dari kapal, namun tidak memikirkan sumber suara tersebut. Ia bergegas naik turun dek kapal. Keluarga itu pun memutuskan untuk lompat ke laut.
“Suami ku duluan loncat, api banyak banget. Saya sudah lari ke lantai atas, lalu turun ke lantai bawah, oli berceceran, anak saya loncat (dari kapal ke laut) dia teriak “mama takut”. Ada yang nolongin, pakai tambang ke bawah. Dia di bawah saya nyebur, saya sendiri,” ungkap Ade Lastri sembari mengenang situasi tersebut.
Baca juga: Kampung yang Tenggelam Muncul Lagi di Bendungan Karian, Ratusan Wisatawan Datang
Beruntungnya, di laut, ia masih bertemu sang putera. Ia mendekap Muhammad Guntur. Tak lama, lanjut Ade Lastri, ada anak-anak usia sekitar 8 tahun yang butuh pertolongan. Tangan kanannya mendekap sang anak, tangan kiri menyelamatkan korban lain.
“Saya nolongin anak kecil itu. (Kami) pakai pelampung, tapi pelampung pada rusak. Saya pegang anak kecil (kiri), anak saya di kanan. Air masuk terus ke mulut saya, saya bilang (ke puteranya) sebentar ya. Saya usap mata, anak saya (lepas) kebawa arus,” ucapnya.
Kondisi panik, deburan ombak menghalangi pandangan dan tertelan membuatnya kehilangan sang anak. Beruntung ia melihat anaknya diselamatkan orang lain.
“Kebawa arus lagi, ke tengah lagi. Lillahitaala saya yakin ada Allah. Ya kami saling tolong menolong,” ucapnya.
“Ada yang pegang anak saya, orang yang pertama nolong dari atas pakai tambang, wallahualam kalau yang megang itu lepas anak saya, saya (mungkin) sudah tidak tahu. Alhamdulillah ditolong sampai atas,” tambahnya.
Baca juga: Maverick Vinales Absen di MotoGP Inggris 2026, KTM Tunjuk Pol Espargaro sebagai Pengganti
Ia memperkirakan tiga jam berada di laut. Bersama anak kecil yang ia dekap. Sebelum akhirnya kapal penyelamat datang. Ade Lastri bersama suami terevakuasi. Pun dengan anak kecil yang dibawanya.
Ade Lastri mengatakan, perjalanannya ke Makasar mengikuti suami yang bekerja sebagai sopir ekspedisi. Ia mengaku lega telah sampai di Surabaya, pun mendapat kabar bahwa sang anak selamat dan berada di penginapan.
“Sudah selamat, alhamdulillah saya tenangnya itu. Alhamdulillah keluarga sudah dikabari. Saya tidak mau makan sama sekali, lemas. Sekarang sudah lega, anak saya selamat, keluarga sudah tahu,” tutupnya.
(TribunJatim.com/Nur Ika Anisa)